Hamzah Haz Kunjungi Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 11 Juni 2013 23:23 WIB

Jakarta—Wakil Presiden Kesembilan Hamzah Haz mengaku galau atas kondisi Bangsa Indonesia saat ini. Kegalauan pria kelahiran 15 Februari 1940 ini, diakui karena adanya kekeliruan dalam menempatkan fokus pembangunan oleh para pemimpin terdahulu. Hal itu disampaikan Hamzah Haz saat menemui Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Selasa (11/6) siang di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

“Saya melihat, fokus pembangunan pada masa lalu banyak bertumpu pada bidang ekonomi. Akibatnya, seperti yang kita lihat sekarang ini. Banyak ketimpangan dan kasus korupsi, serta rusaknya moral generasi muda. Kita tidak bisa menutupi ini semua, sehingga sangat penting saya untuk menemui Prof. Din untuk membahas ini,”ujar Haz.

Kepada wartawan yang ikut dalam pertemuan itu, Hamzah Haz mengutarakan kriteria-kriteria Pemimpin masa depan yang harus dicermati, agar tidak salah memilih Pemimpin. Tujuannya apalagi, selain untuk memperbaiki Bangsa dan Negara.

“Pemimpin harus Pancasilais, Berakhlak Mulia, Dikenal, dan Berpengalaman. Negara ini tidak boleh memisahkan antara agama dan negara. Adanya Departemen Agama, kita lihat sebagai indikasi bahwa negara ini tidak bisa dipisahkan dari agama,”tambah Haz.

Sementara itu Din Syamsuddin menjelaskan, bahwa apa yang disampaikan Hamzah Haz sangat sesuai dengan apa yang ada di Muhammadiyah. Dimana, kata Din, diperlukan konsesnsus baru yang dilakukan oleh bangsa, baik juga diikuti oleh Lembaga Negara agar segera meluruskan kiblat Bangsa.

“Muhammadiyah sudah setahun ini bekerja keras untuk mendorong ke arah pelurusan kiblat Bangsa itu. Berbagai langkah besar dilakukan Muhammadiyah, untuk turut berkontribusi dalam perbaikan segala bidang, tidak hanya bidang ekonomi.

“Prinsipnya, kita sangat terhormat mendapat kunjungan Hamzah Haz ini. Apa yang disampaikan beliau, sangat pas dengan keinginan kita,”ujar Din. Hamzah Haz sendiri mengaku sedang dan berbahagia bisa bersilaturrahim ke PP Muhammadiyah, karena sudah lama keinginan itu dipendamnya, dan baru kali ini bisa berkunjung.(mst)#

Shared:
Shared:
1