Pendidikan Ulama Tarjih Siapkan Pelatihan Mubaligh Se-Kawasan Timur Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 07 Juni 2013 23:05 WIB

Makassar-Pendidikan Ulama Tarjih Universitas Muhammadiyah Makassar saat ini tengah mempersiapkan Pelatihan Mubaligh Kampus Pergruruan Tinggi Muhammadiyah se Kawasan Timur Indonesia pada tanggal 28 - 30 Juni 2013. Rencananya pelatihan tersebut akan dilaksanka di Kampus Rusunawa C Unismuh Jl. Tala'salapang  Makassar

Hal tersebut diungkapkan Muhammad Ramadhan Katu, ketua BEM – PUT Universitas Muhammadiyah Makassar saat dikonfirmasi Selasa (04/06/2013). Sebagai pembicara dalam pelatihan Mubaligh nanti menurut Ramadhan Katu akan diambil dari ulama-ulama besar Muhammadiyah Sulawesi Selatan diantaranya, Prof.Dr.H.Arifuddin Ahmad,M.Ag, KH.Djamaluddin Amien, Dr.KH.Andi Abdul Hamzah,LC,MA, Dr.H.Muhammad Sabri,MA, AS. Kabie, Dr.H.Mahmud Nuhung,SE,MA, Drs.Yose Rizal Faisal,M.Pd, Drs.HM.Husni Yunus,M.Pd, dan sejumlah ulama dan cendekiawan Muhammadiyah lainnya.

Ramadhan Katu mengatakan bahwa, acara tersebut merupakan sarana untuk meningkatkan kompetensi Mubaligh kampus dalam menyampaikan dan mengelola dakwah Islam sebagai Rahmatan lil alamin, serta menggairahkan kegiatan kampus pada bulan suci Ramadhan. “Acara ini juga diharapkan nantinya kader-kader Mubaligh Kampus mampu untuk tampil memberikan materi dakwah untuk pembinaan umat, serta terjadi komunikasi aktif diantara komunitas mubaligh Kampus se Kawasan Timur Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu menurut sekretaris program PUT – Unismuh Husni Yunus pada kesempatan lain mengungkapkan, gerakan untuk melahirkan Mubaligh muda kampus merupakan hal yang sangat positif dan hal tersebut sangat di butuhkan, apalagi dewasa ini dengan jumlah anak muda yang cukup besar, ternyata aktivitas kampus yang menyentuh langsung aspek dakwah sangat minim. “Selama ini (aktivitas mahasiswa kampus) lebih dominan kegiatan musik dan olah raga tapi sentuhan rohani dalam bentuk dakwah sangat kecil sehingga yang terjadi timbul efek negatif seperti tawuran. Kejadian tersebut dikarenakan keringnya nilai-nilai agama dalam bentuk gerakan dakwah spiritual,” tegasnya. 

Shared:
Shared:
1