Studi Kritis Terhadap Gerakan Dakwah Muhammadiyah Antarkan Ketua PWM Sulsel Raih Gelar Doktor

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 21 Mei 2013 19:59 WIB

MAKASSAR - Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel, Drs. H. Muh. Alwi Uddin, M.Ag. berhasil meraih gelar Doktor pada bidang Ilmu Agama Islam. Itu setelah para tim penguji yang dipimpin Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Qadir Gassing sepakat memberi nilai Sangat Memuaskan. 

 

Sidang Promosi Doktor berlangsung di ruang Sidang PPs UIN Alauddin, Jl. Sultan Alauddin Makassar, Senin, 20 Mei 2013. Promosi Doktor kemarin cukup menarik karena Penguji Eksternal adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, M.A.

 

Ratusan kader dan simpatisan Muhammadiyah se-Sulsel turut hadir pada promosi Doktor tersebut. Diantaranya adalah Syaiful Saleh, H. Andi Iskandar Tompo, K.H. Baharuddin Pagim, Mawardi Pewangi, Prof. Ambo Asse, Abdullah Renre, Dahlan Yusuf, Ketua PD Muhammadiyah se-Sulsel, Rektor Unismuh Irwan Akib, Rektor UMPAR Syarifuddin Yusuf, Ketua STKIP Bone Jufri Rasyid, Ketua STKIP Bulukumba A. Sumrah AP, Ketua STKIP Muh. Sidrap, Rasyid Yunus, Ketua STISIP Muh Sidrap Dr. Jamaluddin, Direktur ATRO, ATEM, AKL, AKPER, ANAKES, AKBID Muh. Makassar, Pimpinan Majelis dan Lembaga PWM Sulsel, Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah Wilayah Sulsel, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Se-Sulsel. 

 

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Alwi Uddin, membawakan disertasi dengan judul Tajdid Gerakan, Studi Kritis Gerakan Dakwah Muhammadiyah Sulsel tahun 2005-2011. Lewat disertasinya, pria yang akrab dipanggil ustad Alwi ini menyampaikan Muhammadiyah di Sulsel yang tidak terlepas dari misinya sebagai Gerakan Tajdid Gerakan Dakwah, berimplikasi pada pentingnya aktualisasi aktivitas warga Muhammadiyah di daerah untuk lebih giat dan berkomitmen mengimplementasikan tajdid melalui gerakan dakwah. "Terutama gerakan dakwah di tengah masyarakat", kata suami dari St. Wardah ZAM ini. 

 

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel periode 2010-2015 ini menambahkan makin kompleksnya permasalahan tajdid gerakan dakwah Muhammadiyah, implikasi yang ditimbulkan adalah pentingnya penyusunan risalah Islam Muhammadiyah yang lebih komprehensif dan digali dari ide-ide dan pengalaman yang selama ini dimiliki oleh Muhammadiyah dengan tetap berorientasi pada masa depan yang modernis dan berkemajuan. 

 

"Upaya solutif untuk itu adalah dengan penguatan militansi pimpinan kader Muhammadiyah, menyiapkan kader ulama dan muballigh, serta pembinaan dan pemberdayaan amal usaha Muhammadiyah," imbuhnya. (usa)

Shared:
Shared:
1