Pelaku Sejarah UMM Banggakan Jurusan Kesejahteraan Sosial

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 14 Maret 2013 23:12 WIB

 

Malang - Salah satu pelaku pendirian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Drs. Suyitno, mengaku bangga dengan jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Jurusan ini didirikan ketika dia menjabat sebagai pelaksana rektor menggantikan pelaksana rektor pertama, Prof Drs. Sofyan Aman.

Dalam wawancara panjang lebar yang berlangsung di ruang transit rektorat, Suyitno mengemukakan banyak fakta sejarah berdirinya UMM sejak tahun 1965. Salah satunya tentang kebanggaannya dengan jurusan Kesejahteraan Sosial (Kesos). Berikut salah satu poin kesimpulan wawancara yang akan dimuat dalam rubrik ini yang dibagi menjadi beberapa tema secara terpisah.

Waktu itu Kesos masih menjadi bagian dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Oleh karenanya, ketika ujian mahasiswa  diberi pilihan ikut ujian negara dengan Kopertis atau dengan UMJ di Jakarta. Setelah dihitung ternyata biayanya lebih murah jika dilakukan di Jakarta. “Mahasiswa dengan senang hati rombongan naik kereta ke Jakarta untuk ujian negara. Alhamdulillah selalu lulus 100%, padahal dari negeri maupun dari kampus Jakarta belum tentu lulus semua,” ungkap Suyitno bangga.

Sejak itulah Jurusan Kesos menjadi jujugan studi banding kampus lain. Seingat Suyitnya, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Surabaya melakukan kunjungan ke UMM untuk mempelajari kiat-kiat sukses jurusan Kesos.

“Jadi UMM ini memang sejak dulu jadi rujukan. Banyak yang tertarik untuk berkunjung walaupun sebenarnya keadaannya masih sangat terbatas,” lanjutnya.

Jurusan Kesos pada awalnya berdiri atas inisiatif kepala Dinas Sosial, Nuryasin. Pada masa itu Dinsos mengirimkan bantuan dosen, salah satunya Sukarni, yang ikut mengelola jurusan ini. Seiring perkembangan kebutuhan pemerintah dan swasta, jurusan ini berkembang pesat karena banyaknya peminat.

 “Sampai saat ini saya kira jurusan Kesos masih sangat relevan untuk bangsa ini. Kita membutuhkan pekerja sosial yang profesional yang sangat banyak. Alumni-alumni Kesos UMM harus mendorong untuk ikut mengajak masyarakat mempelajari ilmu kesejahteraan sosial,” kata pria 83 tahun yang masih ingin bisa mengajar ini. (mal/nas)

 

 

Sumber Berita: www.umm.ac.id

Shared:
Shared:
1