Muhammadiyah Jangan Hanya Menjadi Penonton Carut Marutnya Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 24 Februari 2013 13:46 WIB

 

Yogyakarta- Muhammadiyah jangan hanya menjadi penonton dalam kondisi bangsa yang terpuruk, kader-kader Muhammadiyah harus mampu mengisi dan tampil sebagai pemimpin untuk dapat berbuat lebih baik pada setiap kebijakan public dalam bingkai keislaman yang indah.

Demikian disampaikan penasehat yang juga mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais, saat memberikan tausyiahnya dalam rangkaian Rapat Kerja Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (23/02/2013). Menurut Amien Rais, tidak ada salahnya apabila Majelis Pendidikan Kader memantau mulai dari Papua hingga Aceh kader-kader Muhammadiyah yang potensial untuk masuk politik, karena hal tersebut penting. “Masalah Korporasi asing adalah masalah politik, menerima dana bantuan dari IMF atau bank dunia merupakan masalah politik, sehingga salah apabila demensi politik serta merta ditinggalkan,” jelasnya. Amien Rais mengungkapkan, dalam realitas kehidupan Politik merupakan siapa, dapat apa, kapan dan bagaimana, “Tetapi karena kita bagian dari orang yang beriman, maka politik adalah siapa, dapat apa, kapan, bagaimana, dan ditambahkan dengan mengapa, karena mengapa merupakan bagian dari niat,” jelasnya. Amien Rais berharap Muhammadiyah yang telah berjalan lebih dari 1 abad ini, tidak lagi memegang peran pinggiran tetapi ditengah dan ikut melukis perjalanan bangsa.

Dalam Rapat Kerja MPK PP Muhammadiyah tersebut, dihadiri beberapa MPK wilayah se-Indonesia dan juga MPK se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut ketua panitia Raker Nugroho Noto Susanto, pertemuan tersebut selain sebagai ajang silatuirahmi, juga merupakan ajang untuk menguatkan konsolidasi MPK se-Indonesia, pemberian bekal serta peningkatan kapasitas bagi para pimpinan MPK di setiap levelnya. Dipilihnya Madrasah Mu’allimin menurut Nugroho yang juga mahasiswa pascasarjana Fisip UGM ini, adalah kerinduan untuk kembali pada nuansa pondok pesantren yang dulu juga kental ditiap even Muhammadiyah. 

Shared:
Shared:
1