Rakernas LPCR: Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Strategi Menuju Cabang dan Ranting Ideal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 23 Februari 2013 22:27 WIB

 

 

Yogyakarta - Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dibuka kemarin Jumat (22/2/2013). Konsolidasi organisasi dan penguatan strategi menuju kondisi cabang dan ranting ideal menjadi tema Rakernas tahun ini.

Rapat Kerja Nasional yang akan dilaksanakan pada hari Jum'at - Ahad, tanggal (22-24/2/2013) itu dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Hedar Nashir, M.Si.  Acara Rakernas ini dapat terselenggara atas kerjasama antara Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Hadir dalam acara tersebut Rektor UAD, Drs. H. Kasiyarno, M.Hum. Ketua LPCR Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, MA. Dengan dihadiri oleh puluhan peserta dari utusan LPCR dari 29 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang hadir.

Sebelumnya Rakernas LPCR di periode ini pernah dilaksanakan di kampus UHAMKA Jakarta pada tahun 2011 yang lalu. Ketua LPCR PP Muhammadiyah menyampaikan Rakernas LPCR tahun ini bertujuan mengevaluasi program 2 tahunan LPCR, menyampaikan strategi program kerja sama LPCR dengan Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah. Serta meningkatkan pengembangan LPCR berbasis riset.

Dalam sambutannya Rektor UAD, Kasiyarno menyambut gembira dan mengucapkan selamat atas kegiatan Rakernas LPCR hari ini, semoga rakernas tidak hanya menemukan problem-problem yang dihadapi di cabang dan ranting, tapi juga bisa merumuskan apa yang bisa dijadikan strategi untuk menuju tujuan ideal dari tema Rakernas LPCR tersebut.

Ketua PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nasir, M.Si menyampaikan, bahwa Muhammadiyah dalam kilasan sejarah sejak berdirinya sangat memperhatikan pemberdayaan akar rumput sebagai basis gerakan dakwahnya. Kehadiran Muhammadiyah yang dapat menyebar luas dari pulau Jawa sampai ke pulau-pulau Indonesia lain, adalah merupakan bukti nyata bahwa Muhammadiyah memang dari dulu sangat memperhatikan masyarakat akar rumput dalam pelebaran sayap dakwahnya. Tentunya hal ini tidak terjadi begitu saja, karena tentunya hal tersebut dapat terlaksana karena adanya dorongan idiologis yang kuat dibarengi strategi dakwah yang kontektual pada zamannya. (dzar)

 

Shared:
Shared:
1