Pengembangan Cabang & Ranting Merupakan Program Strategis Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 21 Januari 2013 13:25 WIB

 

Medan , 19 Januari 2013 – Program pengembangan Cabang dan Ranting merupakan program strategis Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan amanah muktamar yang harus disukseskan. Demikian penegasan Ketua PP LPCR Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, MA, Ketua Pimpinan Wilayah Drs. Sarwo Edi MA, Rektor UMSU Drs. Agussani MAP dan Ketua PW LPCR Sumut Drs. Hosen Hutagalung MA pada pembukaan Rakor LPCR Se-Sumatra Utara, Sabtu siang (19/1) di Balai Diklat Kemenag Sumut di Medan.

 

Disadari bahwa populasi Muhammadiyah tidak berkembang seiring dengan populasi Kecamatan dan Desa di tanah air. Target untuk mencapai 70 % Cabang dari  5.263 jumlah kecamatan di Indonesia atau 40 % jumlah ranting dar 62.806  jumlah desa, tentulah sulit dicapai seperti amanah muktamar. Namun, berbagai upaya dan strategi yang sudah dilakukan Muhammadiyah tentu saja diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi.

 

Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, MA menjelaskan ke depan LPCR harus melakukan berbagai trobosan yang dapat menjawab amanah persyarikatan itu dengan menyusun model dan methode dakwah Muhyammadiyah yang berbeda dari yang biasa dilakukan. Saat ini, tim LPCR PP Muhammadiyah sedang mematangkan konsep dakwah Muhammadiyah. Jelasnya, ada 6 peta dakwah yang diharapkan akan menjadi acuan dakwah.

 

Misalnya, daerah dimana masyarakat muslim mayoritas dan Muhammadiyahnyah berkembang dengan baik tentu saja metode dakwahnya harus berbeda dengan kawasan yang muslimnya mayoritas tapi kondisi Muhammadiyah “stagnan” dan “tertekan”. Demikian juga dengan kondisi dimana muslim minoritas dan Muhammadiyahnya aktif dengan kawasan muslim minoritas tapi Muhammadiyah passif atau kawasan yang belum ada Muhammadiyahnya sama sekali.

 

Belajar dari peta dakwah yang sudah dilakukan tentu saja Pimpinan Pusat melalui Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting menyadari, untuk penyakit yang berbeda maka theraphy dan pengobatannya juga harus beda dan tidak boleh digeneralkan. Ahmad Norman Permata menjelaskan beberapa kasus menarik dari perkembangan beberapa cabang Muhammadiyah di Bogor, Madura, Surabaya, Monokwari dan Kupang.

 

Dari beberapa contoh itu, banyak hal menarik yang dapat dijadikan pelajaran bagaimana menyusung metode dakwah Muhammadiyah. Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, MA menjelaskan bahwa kerjasama melalui MoU yang dilakukan Majelis Dikti dan LPCR dalam pengembangan Cabanga dan Ranting Muhammadiyah adalah kerjasama strategis yang dapat menjawab kebutuhan dakwah Muhyammadiyah ke depan. Untuk itu, Ahmad Norman meminta agar rakor LPCR Muhammadiyah Sumatera Utara yang berlangsung selama dua hari, 19 – 20 Januari itu dapat menyusun kerangka kerjasama antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Sumatera Utara dengan LPCR.

 

Diharapkan kerjasama itu akan menghasilkan program strategis, seperti bagaimana model kerjasama dalam pengembangan Cabang dan Ranting yang akan dilakukan. Bagaimana memanfaatkan anggaran penelitian yang dimiliki PT Muhammadiyah serta bagaimana metode memanfaatkan potensi dosen dan mahasiswa PT Muhammadiyah dalam kerangka dakwah masadepan itu.

Komitmen

Sebelumnya, Rektor UMSU Drs. Agussalani MAP dalam pidatonya menjelaskan, yang paling penting adalah komitmen semua pihak terkait, khususnya pemegang kebijakan amal usaha, untuk mau mendorong kerjasama untuk mengembangan Cabang dan Ranting di Sumatera Utara. UMSU sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah – ada 5 PT Muhammadiyah di Sumut – siap bekerjasama dengan LPCR Sumut untuk seiring mendorong pengembangan Cabang dan ranting itu.

 

Kata Agussani, banyak potensi yang bisa digerakkan untuk sama-sama mewujudkan amanah persyarikatan. Tawaran yang disampaikan Rektor UMSU kepada LPCR Sumut tentu saja sebagai isyarat program pengembangan Cabang dan Ranting harus dilakukan secara intensif, Tantangan Agussani itu diharapkan dapat dijawan LPCR Sumut dengan menyiapkan motode kerjasama yang sinergy dengan mengoptimalkan semua potensi yang ada. “Sesungguhnya UMSU memiliki potensi itu, mari kita optimalkan,” tegas Agussani.

 

Semangat dan komitmen yang sama serta review kegiatan LPCR Sumut disampaikan oleh Ketua LPCR Drs. Hosen Hutagalung MA yang mengawali sambutan kegiatan Rakor. Kegiatan Rakor LPCR Sumatera Utara itu diikuti Ketua dan Sekretaris LPCR dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Hadir Ketua PD Muhammadiyah Medan, Drs, Adri K dan ketua majelis dan lembaga tingkat wilayah. *** SHD-MPISU

Shared:
Shared:
1