MPM Sulsel Kembangkan Pertanian Terpadu di Malangke dan Balebo Lutra

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 07 Januari 2013 17:15 WIB

Luwu Utara- Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi selatan bina petani malangke dan Balebo Kabupaten Luwu Utara Sulawesi selatan, dalam bentuk pelatihan pembuatan pupuk organik ramah lingkungan dari limbah ternak dan sampah pasar serta bimbingan langsung budidaya tanaman jangka pendek dan sistem pemeliharaan sapi dan kambing dengan menggunakan limbah organik, bertempat di Pondok pesantren Tolada Muhammadiyah Malangke, Ahad ( 06/01/2013), demikian ungkap Ir.Nasrullah Rahim, sekertaris MPM Muhammadiyah Sulsel.


Husni Yunus, ketua MPM Muhammadiyah Sulsel,mengatakan bahwa program ini merupakan program unggulan Muhammadiyah dalam membangun kualitas sumberdaya pertanian dengan menggunakan sistem pertanian terpadu dengan mengacuh pada  ranah ramah lingkungan dengan menggunakan sumber daya alam, dengan menggunakan limbah peternakan sebagai pabrik pertanian.


Dalam pengembangan dunia pertanian sudah saatnya para petani diberikan pengetahuan khusus yang lebih dalam pada budidaya pertanian serta pengetahuan praktis dalam menciptakan pupuk organik dengan pendekatan natural, sehingga dalam menghadapi gejala krisis pangan dapat teratasi dengan baik dengan tersediannya pangan setempat, MPM Muhammadiyah Sulsel, dalam tahun 2013 ini, akan terus memacu program pemberdayaan Masyarakat dengan bekerjasama dengan para Bupati dan Walikota se Sulsel serta para sponsor.


Drs,H.Burhan Kadir,Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Luwu Utara,mengatakan bahwa program MPM Muhammadiyah dengan pendekatan langsung pada akar rumput terutama para petani,merupakan program yang di nantikan masyarakat dewasa ini, karena program ini, selain langsung menyentuh kebutuhan petani juga memberikan kecerdasan pada petani, terutama dalam peningkatan kualitas budidaya pertanian dan membuat pupuk organik secara langsung, sehingga mereka lebih bebas mengembangkan dirinya tanpa ada ketergantungan dan tekanan dari pihak manapun

Shared:
Shared:
1