Dahlan Rais: Jangan Pesimis, Warga Muhammadiyah Harus Selalu Siap Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 07 Januari 2013 02:48 WIB

 

Lamongan - Di awal tahun 2013 Masehi ini lebih banyak dibuka dengan pemberitaan berisi prediksi bernada pesismisme. Bagi sejumlah tokoh, prediksi pesimisme yang diberitakan itu hanya semakin menyesakkan dada.

“Dada kita ini terasa sesak melihat sebagian besar berita hanya menunjukkan pesismisme. Seperti di tahun 2013 korupsi akan semakin menjadi-jadi. Kemudian ketentraman akan goyah karena masing-masing akan menyiapkan diri dengan menghilangkan etika untuk kemenangan dalam Pemilu,” ucap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. Dahlan Rais, M.Hum saat menghadiri Tabligh Akbar memperingati Milad Satu Abad Berdirinya Muhammadiyah, Ahad (06/01/2013) di Stadion Surajaya Lamongan.

Menurut Dahlan Rais, berita-berita pesimisme itu harus direduksi. Jangan sampai bangsa Indonesia hidup dalam asumsi, prediksi dan spekulasi yang penuh pesimisme.

“Banyak yang pesimis dengan masa depan bangsa. Namun itu semua tidak beralasan selama kita berpegang pada Surat Ali Imron ayat 104. Tidak perlu pesimis. Kita harus tetap bekerja dengan sungguh-sungguh untuk perbaiki diri dengan disertai do’a,” ujarnya dalam kegiatan yang dihadiri Bupati Lamongan H. Fadeli bersama Wabupnya Amar Saifudin, Sekkab Yuhronur Efendi serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nurkholis Huda tersebut.

Adik kandung Amien Rais itu kemudian menyebut, Surat Ali Imron ayat 104 tersebut yang menyeru agar muslim menjadi sebuah komunitas umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. “Kita harus mampu meneladani Rasulullah yang tidak sendirian dalam berdakwah. Namun mengajak juga isteri dan sahabat-sahabat beliau, membentuk sebuah komunitas untuk melawan kemungkaran,” ungkapnya.

Untuk menjadi sebuah komunitas sebagaimana yang dijalankan Rasulullah itulah, kata Dahlan Rais, yang kini menjadi tantangan Muhammadiyah yang telah berusia satu abad. Agar Muhammadiyah bukan hanya panjang usia, namun juga sehat, maka harus berpegang pada dua hal. Yakni Muhammadiyah harus punya jati diri dan bermanfaat bagi semua umat.

“Muhammadiyah masih tetap eksis dan menjadi contoh hingga saat ini karena Muhammadiyah bermanfaat. Bukan hanya pada warga Muhammadiyah maupun umat Islam, namun juga bagi semua masyarakat dari etnis dan agama apapun,” tuturnya.

Dahlan Rais mengemukan, sekolah SD Muhammadiyah Unggulan di Abepura, Papua. Dari sekitar 600 siswa di sana, 40 persen adalah non muslim. Namun sebagaimana kebiasaan di SD Muhammadiyah lainnya, semua siswa sebelum masuk kelas juga berbaris dan berdoa sesuai dengan tuntunan Islam. Kemudian SD dan SMP Muhammadiyah 11 Bangunsari/Surabaya yang berdiri di tengah-tengah lokasi PSK namun mampu membawa PSK-PSK tersebut ke jalan Allah.

“Muhammadiyah itu jangan hanya besar, tapi harus punya jati diri dan bermanfaat. Saya optimis, 25 ribu kader Muhammadiyah Lamongan yang hari hadir di Stadion Surajaya akan mampu menjadi manfaat bagi umat,” pungkasnya dismbut tepuk tangan yang meriah seluruh isi stadion.

Di sela-sela acara, seusai ikut melaunching lembaga keuangan syariah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Bupati Lamongan H. Fadeli menyerahkan satu unit kendaraan Daihatsu Avanza sebagai kendaraan operasional untuk PDM Kabupaten Lamongan.

Dalam sambutannya, dia menyebut Muhammadiyah selama ini telah berkontribusi besar bagi pembangunan di Lamongan. Rumah sakit, panti, sekolah dan amal usaha lain milik Muhammadiyah menurut dia adalah kontrusi nyata bagi Lamongan.

Shared:
Shared:
1