Din: Hizbul Wathan Harus Bergerak Dinamis Mengikuti Perkembangan Zaman

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 01 Januari 2013 15:54 WIB

Yogyakarta – Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Mantan Presiden RI kedua Soeharto merupakan tokoh nasional yang lahir dari didikan kepanduan Hizbul Wathan (HW), sehingga hendaknya torehan prestasi tersebut dapat diwarisi oleh Pandu HW masa kini berupa semangat perjuangan dan nilai-nilai kepanduannya. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr HM Din Syamsuddin disela acara Pembukaan Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat kemarin (28/12/2012).

Din menambahkan bahwa Hizbul Wathan harus bergerak dinamis, harus berkembang sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa yang akan datang. Hizbul Wathan bersama Muhammadiyah berjuang untuk mengarahkan kiblat bangsa Indonesia. Bergerak dinamis, HW harus bisa masuk di seluruh struktur amal usaha dan pendidikan Muhammadiyah. HW harus bisa berkembang mengikuti perkembangan zaman yang modern.

Seperti yang diketahui bahwa pada akhir tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi siswa yang rajin; ia juga sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk kepanduan Hizbul Wathan bentukan Persyarikatan Muhammadiyah. Saat masih di sekolah menengah, Soedirman telah menunjukkan kemampuan sebagai pemimpin; ia juga dihormati dalam masyarakat karena taat pada agama Islam. Setelah keluar dari sekolah guru, ia menjadi guru di sebuah sekolah rakyat milik Muhammadiyah pada tahun 1936; Soedirman akhirnya diangkat sebagai kepala sekolah itu. Soedirman juga aktif dengan berbagai program Muhammadiyah lain, termasuk menjadi salah satu pemimpin organisasi Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937.

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) sebagai organisasi otonom Muhamadiyah yang bergerak dalam bidang pendidikan kepanduan kemarin pada (27-29/12/2012) mengadakan Sidang Tanwir I (Periode Muktamar ke 2 HW di Jakarta tahun 2010-2015) di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Menurut Bendahara Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan HW Ismet Wibowo, metode pendidikan dalam kepanduan HW sangat variatif dan menantang. “Generasi muda umumnya sangat menyukai kegiatan yang sifatnya menantang,” kata Ismet Wibowo, Jumat (28/12) saat dihubungi redaksi website www.muhammadiyah.or.id

Diadakannya Sidang Tanwir I Gerakan Kepanduan HW itu, untuk koordinasi antar Pimpinan Wilayah HW di seluruh Indonesia. “Guna memberikan pencerahan bagi perkembangan Hizbul Wathan ke depan, terutama untuk syiar dan pembinaan generasi muda Muhammadiyah,” jelas Ismet. (dzar)

Shared:
Shared:
1