DAM IMM Jatim, Wujudkan Keberpihakan Terhadap Kaum Mustadh'afin

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 01 Januari 2013 15:51 WIB

 

Jember -Geliat perkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Jawa Timur semakin menunjukkan eksistensisnya. Setelah bulan September 2012 Darul Arqom Madya (DAM) telah dilaksanakan di Lamongan, menjelang akhir tahun 2012 kemarin, kembali Dewan Pimpinan Daerah IMM Jatim melaksanakan agenda yang sama di Kabupaten Jember bekerjasama dengan PC IMM setempat yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 3  Jember kecamatan Sumbersari pada (27 – 31/12/2012).

Tema yang diusung pada DAM kali ini adalah  "Membumikan Gerakan Sosial Baru: Tafsir Gerakan Sosial Kontemporer, Wujudkan Keberpihakan Terhadap Kaum Mustadh'afin" . Menurut Ali Muthohirin, Ketum DPD IMM Jatim, tema ini sangat relevan untuk dikontekstualisasikan dalam perkaderan yang ada di Jatim. Menurut beliau, sudah seharusnya arah gerakan sosial IMM perlu ada sebuah tafsiran baru untuk menjawab tantangan zaman, dan tidak lagi terkesan karikatif di mata masyarakat.

”DAM sudah seharusnya menjadi habitus baru di kalangan kader-kader IMM, di mana DAM merupakan tempat yang sangat substansial untuk menimpa diri menjadi manusia yang kritis,”tutur Adam Muhammad, Master of Training (MOT) DAM Jember kali ini.

Menurut Adam, salah satu materi yang menarik adalah tentang manifesto intelektual kritis yang disajikan oleh Sidiq Notenegoro, dosen Unmuh Gresik. ” Sudah seharusnya kader-kader IMM Jatim menahbiskan dirinya menjadi sosok intelektual yang mampu melihat realitas masyarakat dan mampu memberikan sebuah solusi kongkrit,” timpalnya.

Pada serangkaian acara DAM di Jember kemarin, DPD IMM jatim dan PC IMM Jember  juga menghadirkan Prof. Abdul Munir Mulkhan sebagai pembicara dalam bedah Buku “Teror dan Demokrasi, I’dad Jihad”. Pak Munir, selaku penulis buku, mengatakan bahwa  proses radikalisme yang ada di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dalam hal keutuhan NKRI. Sudah seharusnya kader Muhammadiyah, khususnya kader IMM menjadi pengontrol terhadap isu radikalisme yang ada di Indonesia. Dalam bedah buku kemarin, DR. Aminullah, Rektor Universitas Muhammadiyah Jember dihadirkan sebagai pembanding.

Acara Darul Arqom Madya ditutup dengan khidmat dan lancar oleh Ketum DPD IMM Jatim Senin, (31/12/2012). Ali berpesan kepada peserta DAM untuk selalu konsisten dalam berjuang di ikatan. Nilai-nilai ideologis harus menjadi modal utama bagi kader IMM dalam menghadapi persaingan kehidupan yang semakin hari semakin merosot dalam hal moralitas. “Menjadi kader haruslah berpegang teguh pada prinsip ajaran fundamental Islam yang mengedepankan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.

 

Shared:
Shared:
1