Temuan Diseminasikan, UM Malang Gelar Kolokium Doktor Peternakan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 07 Februari 2011 13:47 WIB
 

Malang- Tradisi akademik di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus dibangun. Menyusul Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi, kini giliran Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) mengumpulkan para doktornya untuk mempresentasikan temuannya di hadapan para ahli dan stakeholder peternakan. Mereka akan bicara dalam sebuah Kolokium Doktor Peternakan, Sabtu, (05/02/2011) di auditorium Kampus III UMM.
 
Ketua Jurusan Peternakan UMM, drh. Imbang Dwi Rahayu, MS, mengatakan kegiatan ilmiah ini digelar sebagai ajang desiminasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat para doktor yang sekian lama telah digeluti. “Kegiatannya dikemas dalam bentuk kolaborasi lima doktor yang akan berorasi secara komprehensif,” terangnya.
 
Lima doktor Peternakan yang tampil memiliki kepakaran yang berbeda-beda. Mereka adalah Dr. Herwintono Radji, MS dan Prof. Dr. Indah Prihartini, MP yang selama ini konsisten pada bidang pakan ternak ruminansia. Kemudian, Dr. drh. Lili Zalizar, MS fokus dalam mengeksplorasi bahan-bahan alamiah untuk pengobatan ternak; Dr. Adi Santoso, MP merupakan pakar sosial ekonoimi peternakan, serta Dr. Aris Winaya yang selama ini getol melakukan penelitian untuk mengembangkan bioteknologi peternakan.  
 
Para doktor ini telah banyak melakukan kegiatan ilmiah di dalam dan luar kampus, bahkan hingga menembus luar negeri, seperti Indah Prihartini. Namun demikian, mereka tak henti-hentinya selalu melakukan penelitian dengan ketekunan tinggi dalam rangka memecahkan segala problema peternakan. “Seperti, dari aspek penyediaan bibit unggul, mencari sumber pakan alternatif yang tidak bersaing dengan manusia, mengembangkan sistem penanganan kesehatan ternak yang efektif, hingga mencari solusi problem tata niaga hasil ternak yang selama ini menghambat kemajuan usaha peternakan,” ujar Imbang menyontohkan.
 
Lebih lanjut, Imbang menambahkan, temuan-temuan para doktor ini tidak hanya berhenti pada laporan, namun telah banyak yang diaplikasikan langsung ke masysrakat, baik melalui program yang diluncurkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, melalui skema pendaan internal UMM, maupun jalur kerjasama yang cukup intens dengan Pemkab/Pemkot di seluruh Indonesia. “Bahkan juga melalui skema kerjasama internasional dengan beberapa institusi luar negeri. Kiprah para doktor ini terbukti sangat bermanfaat bagi kemajuan peternakan dan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak di Indonesia,” tambahnya.
 
Dekan FPP UMM, Dr. Ir. Damat, MP, menimpali, dari buah pikiran dan ketekunan para doktor ini paling tidak sudah menunjukkan kontribusi signifikan dalam pembangunan nasional. Sektor peternakan merupakan sektor strategis, karena terkait langsung dengan penyediaan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Asupan bahan makanan dan nutrisi bergizi secara langsung dapat menjamin kesehatan masyarakat, meningkatkan kecerdasan dan melahirkan generasi cerdas untuk dapat membangun negeri.
 
“Kolokium ini penting bagi masyarakat luas untuk melihat kepakaran para dosen Peternakan yang sudah teruji dengan berbagai temuan bahkan patennya. Itulah sebabnya, tradisi kegiatan ini kami kembangkan sebagai salah satu media diseminasi,” kata Damat.(umm.ac.id)(mac)

Shared:
Shared:
1