Cak Nun: Muhammadiyah Perlu Lahirkan Orang Hebat yang Peduli Tanah untuk Rakyat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 21 Desember 2012 16:58 WIB

 

Yogyakarta- Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi terbesar di Indonesia, perlu melahirkan orang-orang hebatnya untuk berpikir penuh dan bertindak atas carut marutnya masalah tanah di Indonesia.

 

Hal tersebut disampaikan Budayawan Emha Ainun Nadjib saat memberikan pandangannya dalam Diskusi Refleksi Akhir Tahun Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema Tanah Untuk Rakyat di aula gedung PP Muhamamdiyah Jl. Cik Di Tiro No.23, Yogyakarta, Kamis (20/12/2012). Emha Ainun Nadjib mengungkapkan, saat ini sudah tergambar jelas prosentase kepemilikan tanah di Indonesia yang hanya dikuasai oleh segelintir orang dengan catatan banyak tanah yang hanya diabaikan tanpa menghasilkan apa-apa, sementara jutaan petani di Indonesia hidup tanpa sejengkal tanah kepemilikan ditangan mereka. "Mulai dari perkebunan, kehutanan, infrastruktur, pertambangan dan wilayah tambak, mayoritas dikuasai pemodal asing, Sehingga sebenarnya yang menjadi tuan tanah di Indonesia adalah orang asing,” jelas Emha

 

Lebih lanjut menurut Emha, dengan data yang begitu jelas dan gamblang, maka yang diperlukan bukan lagi diskusi-diskusi, tetapi tindakan nyata untuk memberikan hasil yang lebih nyata. "Tidak hanya berdiskusi saja, sebab persoalan ini sudah ada sejak awal Indonesia merdeka. Sebagai ormas besar, Muhammadiyah juga dituntut untuk melahirkan pemikir yang hebat, sehingga mampu memberikan solusi yang tepat terkait persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia," tegasnya. Dalam diskusi tahunan tersebut, juga dihadiri oleh ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang sempat memberikan sambutannya, ketua MPM PP Muhammadiyah Said Tuhuleley, wakil ketua MPR RI Hadjriyanto Y. Thohari, guru besar pertanian UGM Bambang Suwigno, serta 250an undangan dari kalangan aktifis, dan akademisi di Jogja. 

Shared:
Shared:
1