Kolokium Doktor FEB UMM Soroti Akuntabilitas Parpol

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 Juni 2011 10:32 WIB

Malang- Paparan Dr. Masiyah Kholmi, M.M., Ak. dalam Kolokium Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menarik perhatian audiens yang memadati ruang teater UMM Dome, Rabu (8/6). Masiyah menyoroti akuntabilitas Partai Politik (Parpol) yang masih rendah. Wajar jika kinerja Parpol dinilainya masih dianggap kurang optimal.

Dalam paparannya, Masiyah membeberkan beberapa hasil penelitiannya selama ini yang menunjukkan akuntabilitas Parpol rendah. Tak hanya dilihatdari pandangan mahasiswa, Masiyah juga pernah meneliti persepsi itu dari kalangan konstituen Parpol itu. Aspek yang disorot mulai akuntabilitas keuangan hingga pelaporan dana kampanye. Kesimpulannya, Parpol miskin akuntabilitas.

Kritik pedas kepada Parpol itu didasarkan pada penelitain disertasinya atas sebuah pimpinan daerah Parpol di Jombang. Penelitian berjudul Tafsir Sosial atas Konsep Akuntabilitas Partai Politik dengan Pendekatan Hermeneutika itu memperoleh pujian dari para promotornya di Pascasarjana Universitas Brawijaya.

“Ada enam karegorisasi bentuk akuntablilitas pada Parpol saat Pilkada. Tiga diantaranya untuk masa Pilkada, dan tiga lainnya pasca Pilkada,” kata Masiyah menyimpulkan. Tiga pada masa pilkada adalah akuntabilitas kualitas kandidat, dana kampanye dan legal. Sedangkan pasca Pilkada akuntabilitas moral, keuangan dan politik.

Menyoroti fenomena itu, Masiyah lalu menawarkan solusi pemahaman baru terhadap akuntabilitas Parpol dalam konteks Pilkada. Bingkai amanah diyakininya dapat menjadi metafora yang melahirkan inspirasi dalam memperluas konsep akuntabilitas yang selama ini mengakar pada dimensi materi menjadi dimensi moral spiritual.

“Metafora ini sebenarnya diturunkan dari aksioma yang mengatakan bahwa padadasarnya manusia berfungsi sebagai khalifatullah fil ardh (wakil Allah di muka bumi),” terang Masiyah. Metafora itu diskemakan dalam bentuk segitiga hubungan antara Allah, manusia dan alam.

Dengan demikian, kata Masiyah, dimensi hubungan manusia dengan Tuhan merupakan akuntabilitas moral dan spiritual. Sementara dimensi hubungan manusia dengan manusia adalah akuntabilitas kualitas kandidat, keuangan, legal dan politik. Sedangkan manusia dengan alam diwujudkan dalam akuntabilitas ekosistem.

PR I UMM Prof. Ir. Sujono, M.Kes, mengatakan bahwa kolokium di UMM merupakan tradisi dan budaya terhadap doktor-doktor yang baru lulus. Dengan itu harapannya ide-ide dan gagasan yang mereka berikan bisa memberikan manfaat di bidang akedemik dan masyarakat pada umumnya.

Acara yang digelar dua hari ini menghadirkan dosen-dosen dengan paparkan ide-idenya setelah meraih gelar doktoralnya. Selain Dr. Masiyah Kholmi, M.M., Ak., juga ditampilkan Dr. Fien Zulfikarijah, M.M, Dr. Idah Zuhroh, M.M, Dr. Rohmat Dwi jatmiko M.M, dan Dr. Widayat, M.M.

Makalah Masiyah dibahas oleh Budi Wiyoto. Dia menyatakan akuntabilitas tidak berada dalam sebuah ruangan kosong, hal ini tercermin dari kualitas sebuah partai. Begitu juga dengan akuntabilitas partai yang harus dibedakan antara internal dan eksternal.

”Partai akan melemah jika akuntabilitas diabaikan apalagi di Indonesia masih belum jelas tentang akuntabiliti d lingkungan partai, akuntabilitas internal adalah akuntabilitas yang mengarah kepada tanggung jawab kinerja anggota partai politik, sedangkan akuntabilitas eksternal adalah pertanggungjawaban partai politik kepada masyarakat luas”, imbuhnya.(umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1