Din Syamsuddin: Korupsi Bagian Dari Dosa Besar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 14 Desember 2012 09:58 WIB

 

Jakarta- Kejahatan korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan, kejahatan pada Negara, kejahatan terhadap rakyat, dan karena hal tersebut korupsi merupakan bagian dari dosa besar.

Hal tersebut diungkapkan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, saat member sambutan dalam acara Peluncuran Buku  karya KH. Dawam Saleh “Century Dalam Pusis” dan Parade Puisi Tokoh Nasional di gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No.62 Jakarta Pusat, Kamis (13/12/2012). Din syamsuddin mengungkapkan dengan masih banyaknya kasus – kasus korupsi yang melanda di Indonesia bahkan sampai pada tingkatan daerah merata di 3 institusi legislaif, yudikatif, eksekutif, telah membuktikan bahwa amanat reformasi belum dapat dijalankan dengan baik. Menurut Din Syamsuddin, regulasi yang ada di pemerintah terkadang juga membuka celah untuk melakukan tindak pidana korupsi, sehingga sengaja tidak sengaja korupsi dikendalikan oleh Negara itu sendiri. Untuk itu peran civil society seperti Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama masih sengat diperlukan untuk selalu menjadi kekuatan untuk memberantas korupsi, “Gerakan Indonesia Bersih (GIB), gerakan moral PP Muhammadiyah dan PBNU, akan kita hidupkan kembali," jelasnya.

Tolak Pemakzulan

Pada sisi lain Muhammadiyah menurut Din Syamsuddin juga tidak pernah pada posisi untuk memutus pemerintah di tengah jalan atau pemakzulan, “Jangan biasakan ada sebuah intervensi di tengah jalan, itu tidak bagus bagi pembelajaran demokrasi dan tidak baik pula bagi konsolidasi demokrasi Indonesia yang harus kita lakukan sekarang,” ungkapnya. Karena sebagai gerakan moral, Muhammadiyah selalu mendorong untuk mengamalkan demokrasi secara tertib dan selalu memberikan kesempatan pada pemerintah yang berkuasa untuk dapat menjalankan pemerintahannya dengan baik dan sesuai dengan amanat konstitusi. Dalam acara peluncuran buku tersebut, juga dihadiri penyair Indonesia Taufik Ismail yang sempat membacakan puisi dan memberikan testimoni. “Dia (Kiai Dawam Saleh) jengkel luar biasa. Jauh dari tenang dan suaranya keras serta lantang," tegasnya.

Shared:
Shared:
1