Fakultas Farmasi UHAMKA Tulang Punggung LPPOM MUI

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 14 Desember 2012 09:25 WIB

 

Jakarta - Direktur Lembaga Pengkajian pangan, Obat-Obatan dan Kosmetik (LPPOM) MUI, Ir. Lukmanul Hakim, M.Si menegaskan Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) UHAMKA akan menjadi tulang punggung LPPOM MUI dalam penelitian, sosialisasi dan audit obat-obatan dan kosmetik halal di Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Lukmanul Hakim seusai melakukan penandatanganan kerjasama antara LPPOM MUI dengan UHAMKA  di Kampus Farmasi dan Sains (FFS) UHAMKA Klender pada (12/12/2012).

Menurut Lukmanul Hakim, UHAMKA dengan Fakultas Farmasi yang dilengkapi dengan laboratorium Farmasi dapat dijadikan mitra kerja dalam melakukan pengendalian dan pengawasan kehalalan obat-obatan dan kosmetik. LPPOM MUI sangat  berkepentingan menggandeng perguruan tinggi dalam pengawasan kehalalan obat-obatan dan kosmetik yang beredar di masyarakat.

“Dengan menggandeng perguruan tinggi yang memiliki FakultasFarmasi, LPPOM MUI ingin memperkuat potensi perlindungan kepada konsumen muslim. UHAMKA dengan Fakultas Farmasi akan menjadi tulang punggung LPPOM MUI dalam pengawasan kehalalan obat-obatan dan kosmetika,”ujarnya.

Rektor UHAMKA Prof. Dr. Suyatno, M.Pd sangat antusias dengan penandatanganan MoU antara UHAMKA dengan LPPOM MUI. Karena Fakultas Farmasi UHAMKA dijadikan sebagai tulang punggung LPPOM MUI dalam pengawasan kehalalan obat-obatan dan kosmetik.

“Alhamdulillah, Fakultas Farmasi yang berdiri tahun 1997 itu dapat bermanfaat bagi umat. Dengan menjadi mitra LPPOM MUI dalam pengawasan kehalalan obat-obatan dan kosmetik, berarti keberadaan Fakultas Farmasi UHAMKA telah bermanfaat bagi masyarakat luas,”ujarnya.

Diakui oleh Suyatno, saat ini sudah ada 15 auditor dari Fakultas Farmasi UHAMKA yang sudah siap menjadi mitra LPPOM MUI dalam melakukan pengawasan kehalalan obat-obatan dan kosmetik. Selain itu, UHAMKA juga telah melengkapi sebuah laboratorium farmasi yang kini tengah dibangun.

“Insya Allah tanggal 31 Juli 2013 gedung laboratorium farmasi akan siap digunakan sebagai pusat riset dosen dan mahasiswa Farmasi. Selain itu, laboratorium juga akan digunakan sebagai pusat penelitian obat-obatan dan kosmetika halal antara UHAMKA dengan Lembaga Pengkajian pangan, Obat-Obatan dan Kosmetik (LPPOM) MUI,”ujarnya kepada wartawan.

Shared:
Shared:
1