Muhammadiyah Harus Menjadi Kekuatan Sosial Ekonomi Umat Islam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 12 Desember 2012 17:16 WIB

 

Pangkep - Muhammadiyah harus menjadi kekuatan sosial  ekonomi  umat Islam kalau mau menjadi kekuatan Besar dalam memacu program Dakwah amar ma'ruf nahi mungkar serta pemersatu bangsa Indonesia, demikian ungkap HM. Yunus Kadir Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, dalam pidato Milad Muhammadiyah satu abad di Masjid Tarbiyah Muhammadiyah Sibatua Pangkep, Senin (10/12/2012) yang turut hadir dan memberikan sambutan Wakil Bupati Pangkep Drs. H. Abdurrahman Assegaf, M.Si serta ratusan pengurus dan warga Muhammadiyah se Kabupaten Pangkep.

HM.Yunus Kadir, mengatakan bahwa Muhammadiyah yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang berbasis Agama Islam dan Dakwah amar ma'ruf nahi mungkar, merupakan kekuatan besar dalam menyatukan seluruh kekuatan umat Islam, apalagi dalam aspek penguatan wawasan kebangsaan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam hal tersebut sudah teruji dengan pengalaman sejarah dalam membangun bangsa ini dari penjajahan, untuk itu maka wajarlah kalau dalam sejarah perkembangannya, telah melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Presiden Soekarno, Soeharto , Panglima  Besar Jendral Sudirman bahkan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. H. Boediono, serta sejumlah tokoh dan pahlawan Indonesia. Untuk itu dalam perkembangan Muhammadiyah, maka kedepan harus ada yang menjadi kekuatan besar Muhammadiyah yakni adalam aspek pekembangan ekonomi kerakyatan.

Sementara Wakil Bupati Pangkep, Drs. Abd. Rahman Assegaf, mengatakan bahwa Muhammadiyah memang sudah dikenal sebagai organisasi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang telah memiliki pengalaman dalam membangun bangsa ini, dengan sejumlah amal usahannya seperti perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan serta sejumlah gerakan dakwah dan ekonomi lainnya. Makanya patut menjadi contoh dalam pembangunan bagnsa dalam abad kedua ini.

Shared:
Shared:
1