Tigkatkan Kapasitas Perempuan, NA Kebumen Seminarkan Pendidikan Pranikah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 11 Desember 2012 08:58 WIB

 

Kebumen – Tujuan pernikahan adalah agar kamu menjadi  ‘tenang’.  Pagi tadi tepatnya tanggal 09 Desember 2012 Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kebumen mengadakan kegiatan “Prewedding Education’ di Gedung Dakwah PDM Kebumen, ini istilah keren nya dr pendidikan pra nikah, didasari kepedulian Nasyiatul Aisyiyah sebagai salah satu organisasi perempuan,  dengan masalah2 yg terjadi di masyarakat. Terutama pernikahan Karena dalam islam pernikahan adalah ibadah, untuk itu kita mesti mempersiapkannya baik lahir maupun bathin.

 

Adapun peserta dari Angkatan Muda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyahdan karyawan amal usaha yang berada di lingkungan PDM Kebumen, juga dari kalangan umum, Pemateri Dalam seminar ini adalah Ust. Wawan Gunawan dari Majelis Tarjih PWM Jateng(Pendidikan Pra Nikah Melalui Hukum Islam)& dokter Rahmawati dari RS PKU Muhammadiyah Gombong(Kesehatan Pra Nikah).

 

Pernikahan dlm Al qur’an disebut sebagai mitsaqan galida ‘perjanjian yg berat’. Setengah dari semua pernikahan berakhir dengan perceraian dan hanya setengah dari mereka yang bertahan benar-benar bahagia dalam jangka panjang. Beberapa telah keliru dan percaya bahwa setelah saling kenal untuk waktu yang lama dan akhirnya  menikah, mereka menganggap bisa mewujudkan  pernikahan yang bahagia. Menurut penelitian, Kebanyakan pasangan tidak menyadari bahwa  pendidikan pra-nikah berbasis keterampilan dapat mengurangi risiko perceraian hingga 30% dan mengarah pada pernikahan yang lebih bahagia secara signifikan. Pasangan jaman sekarang menghadapi tuntutan lebih banyak dan memiliki dukungan lebih sedikit daripada sebelumnya. Pernikahan yang kompleks yang khas - mengelola dua karir sambil membesarkan anak - benar-benar membutuhkan pasangan yang sangat kuat, mapan dan mampu untuk berkomunikasi, menyelesaikan masalah, menjaga kebersamaan dan menetapkan tujuan.

 

 Mengutip data dari Peradilan Agama dan Mahkamah Agung, bahwa tingkat perceraian telah mencapai 10 persen, dimana dari 2 juta pernikahan, terjadi 285.184 perkara perceraian. Dari angka tersebut, penyebab perceraian 91.841 karena ketidakharmonisan dalam rumah tangga, 78.407 karena tidak adanya tanggung jawab suami, 67.891 karena masalah ekonomi dan 10.029 karena perselingkuhan. Sementara, Dari data pemkab kebumen setiap tahun terjadi 2000 perceraian. Ini data bulan juni & pernikahan dini mulai merebak lagi, Data Plan Indonesia, organisasi kemanusiaaan, menyampaikan hasil temuannya mengenai pernikahan dini. Plan mencatat, 33,5 persen anak usia 13-18 tahun pernah menikah, dan rata-rata mereka menikah pada usia 15-16 tahun.

 

“Harapan kami dengan diadakannya Preweding education ini bisa memberi  kesempatan kepada pemuda-pemudi baik yang telah menikah, siap menikah maupun belum menikah, untuk lebih mengetahui persiapan pernikahan baik dari sisi psikologi , agama dan  juga dr segi kesehatan, selain itu  juga sebagai imunisasi untuk meningkatkan kemampuan calon pengantin dalam menghadapi dan memecahkan permasalahan pernikahan yang sederhana maupun yang kompleks” Ujar Navi Agustina, S.T Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kebumen. Dan tujuan besarnya tercipta keluarga keluarga keluarga indonesia yg bahagia.Seperti dalam firman allah “ jagalah dirimu dan kelargamu dr api neraka’. Semoga seminar pendidikan pranikah ini, adalah salah satu gerbang menuju keluarga2 yg sakinah mawadah warahmah, yg diridhai Allah swt.

Shared:
Shared:
1