Amin Abdullah: Ada 5 Parameter Pembaharuan di Muhammadiyah Abad ke 2

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 04 Desember 2012 18:10 WIB

Malang- Setelah berlangsung selama 3 hari di aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang, IRCM (International Research Conference on Muhammadiyah) atau konferensi yang membahas muhammadiyah yang terdiri 8 panel antara lain tentang sejarah, philanthrophy, pendidikan, politik, reformasi, isu gender, pemuda dan radikalisme, dan studi Muhammadiyah akhirnya resmi ditutup oleh guru besar UIN Jakarta Azyumardi Azra.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan refleksi yang disampaikan oleh guru besar UIN Yogyakarta Amin Abdullah. Amin Abdullah memaparkan tentang kesimpulan yang didapat dari semua materi yang disajikan dengan tema  “A Renewal  Identity of Islam “Berkemajoean” in Pos-Centennial Era” Menurut Amin Abdullah ada enam karekteristik dasar pengertian Islam “Berkemajoean” (Muslim Progresive).  Yang pertama, Pembaruan pandangan teologis Islam; yang kedua Ijtihad yang segar; ketiga, Integrasi pengetahuan Islam tradisional; keempat Perubahan social yang tidak dapat dihindari dalam politik, ekonomi, dan teknologi haruslah tercermin dalam pandangan dunia Muslim kontemporer; kelima, Refrainment dari menjadi "dogmatis" dalam segala urusan agama dan teologis.  Keenam, nilai Global: Keunggulan dan advokasi keadilan sosial, kesetaraan gender, hak asasi manusia dan hidup berdampingan secara damai dengan siapa saja.

Selainitu hal tersebut, Amin Abdullah juga menyampaikan ada lima parameter yang dapat diukur dalam pembaruan identitas Muhammadiyah di abad ke-2. Pertama, keterlibatan yang utuh dalam tradisi keislaman. Kedua, hendaknya menghindari sikap apologis. Ketiga, Penyelarasan antara visi dan langkah konkret. Keempat, menyandarkan aspek Humanisme dan adat. Dan yang kelima, keterbukaan pada sumber pengetahuan sekunder.

Sementara itu ketua Steering Committee Azyumardi Azra berharap kedepannya semoga apa yang telah disampaikan dalam konferensi dapat dijadikan masukan untuk Muhammadiyah yang telah menapak di abad ke-2. “Semoga lima atau sepuluh tahun mendatang konferensi semacam ini dapat dilaksanakan kembali,” tegasnya, Ahad (02/12/2012). [mona/mac]

Shared:
Shared:
1