Malik Fadjar: Lemahnya Karakter Seseorang, Simbol Rapuhnya Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 25 Mei 2011 13:59 WIB

 

Jakarta- Pendidikan karakter dalam penguatan kapasitas bangsa sangatlah signifikan untuk diimplementasikan, karena hal tersebut akan menentukan masa depan sebuah bangsa, sehingga dengan kuatnya karakter seseorang maka, akan menyokong dalam kemajuan bangsa. Sebaliknya, lemahnya karakter suatu bangsa, akan menjadi faktor penentu bagi kemerosotan moral bangsa.

Demikian disampaikan ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Malik Fadjar dalam sambutannya pada workshop Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah, yang diselenggarakan Universitas Prof. Dr. HAMKA, Jakarta Selatan, Rabu (25/05/2011). Menurut Malik Fadjar, selama ini bangsa Indonesia telah mengenal pendidikan karakter jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka, pendidikan tersebut mengalir dalam penanaman watak serta budi pekerti yang diajarkan secara turun temurun. “Jauh sebelum Indonesia merdeka, pendidikan karakter sudah dibangun, yang nantinya menyatukan dan membentuk suatu peradaban bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut mantan Menteri Pendidikan Nasional RI ini menyampaikan, pendidikan karakter juga dapat sangat bermanfaat dalam menanamkan nilai-nilai pantang menyerah, karena hal tersebut sudah banyak dibuktikan dalam sejarah-sejarah baik di Indonesia maupun dunia. Penjajahan yang diakhiri dengan penyatuan dan kemerdekaan oleh bangsa Indonesia menurut Malik, serta porak – porandanya Jepang setelah dibombardir Amerika dan juga berakhir dengan kebangkitan yang luar biasa, menandakan kuatnya karakter yang sudah ditanam sejak dini. 

Shared:
Shared:
1