Muhammadiyah Perlu Kritik Dalam Membangun Abad Kedua

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 30 November 2012 15:18 WIB

Malang- Persyarikatan Muhammadiyah dalam perjalanannya memasuki usia lebih dari seratus tahun, membutuhkan masukan dan kritik yang membangun, guna menghadapi abad berikutnya yang akan jauh lebih berat tantangannya.

Demikian disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam memberikan pidato pembukaan pada International Research Conference on Muhammadiyah yang berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Jawa Timur, Kamis (29/11/2012). Din mengungkapkan, dengan dihadirkannya puluhan pakar asing yang membahas mengenai Muhammadiyah, jelas akan memberikan kontribusi besar bagi persyarikatan untuk menghadapi dinamika abad kedua. “Diperlukam masukan dan saran untuk persyarikatan, sekaligus Kritik yang akan membantu membangun Muhammadiyah menghadapi tantangan di abad keduanya,” jelas Din. Untuk itu Konferensi penelitian internasional tentang Muhammadiyah menurut Din Syamsuddin juga merupakan kado luar biasa bagi Muhammadiyah yang dalam hitungan Hijriyah telah memasuki usia 103 tahun. Lebih lanjut menurut Din, diharapkan konferensi yang berlangsung mulai 29 November hingga 2 Desember nanti, dapat memberikan masukan yang lebih luas dan multidimensi, karena Muhammadiyah saat ini telah menyentuh segala aspek kehidupan dalam masyarakat termasuk kaitannya dengan agenda melawan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat Indonesia.

Dalam International Research Conference on Muhammadiyah menurut salah satu Steering Committee acara Mitsuo Nakamura, telah terkumpul 49 tulisan dari para pakar di seluruh Indonesia yang akan dibahas dalam 8 sesi diskusi. Dalam keynote speechnya bersama Ahmad Syafii Maarif, Nakamura memberikan pandangan bahwa Muhammadiyah saat ini perlu untuk melakukan pembaharuan jatidirinya agar dapat selalu bergerak dan dapat diterima seluruh kalangan masyarakat terutama di Indoesia. Pada acara pembukaan yang dilangsungkan kemarin, turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo, konsulat Jenderal Amerika, perwakilan kedutaan dari Thailand, serta hampir seluruh rector Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

Shared:
Shared:
1