Fakultas Teknik UMM Luncurkan Mobil Listrik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 27 November 2012 16:34 WIB

Malang- Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Muhadjir Effendy, M.AP melepas mobil listrik UMM Sport di depan Student Center (SC) pada Rabu (21/11). Mobil ini akan diikut sertakan dalam lomba IEMC (Indonesia Energy Marathon Challenger) yang diadakan oleh Dirjen Dikti di Sirkuit Kenjeran, Surabaya.

Rektor sendiri sempat mencoba mengendarai mobil ini dari depan Student Center (SC) sampai ke depan Perpustakaan dan kembali lagi ke SC. Sesampainya di SC dan keluar dari mobil, rektor disambut oleh tepuk tangan mahasiswa yang turut antusias menonton acara pelepasan mobil listrik pertama UMM ini.

Sebagai bentuk apresiasainya, secara spontan rektor memberikan uang pembinaan langsung dari dompetnya disaksikan PR III, Dr. Diah Karmiyati, Psi dan Dekan FT, Ir. Sudarman, MT. Sontak tim pembuat mobil listrik yang dibimbing Ir. M. Jupri, MT, ini kembali bertepuk tangan.

UMM Sport dibangunberawal dari skripsi mahasiswa teknik mesin yang kemudian dirancang menjadi mobil prototype. Pengerjaan mobil oleh tim gabungan dari mahasiswa teknik mesin dan LSO Mekatronik (Mekanik dan Elektrik). Tim inti terdiri dari 8 orang termasuk pembimbing. Meski demikian tak kurang 15 orang ikut membantu mengerjakannya. Mereka adalah mahasiswa yang berminat pada bidang otomatif.

Mobil ini menghabiskan waktu dua setengah bulan saja mulai dari desain sampai implementasi dalam pengerjaannya. Secara terknis, berat total mobil sekitar 200 kilogram termasuk berat pengemudi. Kecepatan maksimal yang bisa dicapai mobil ini sampai 50 km/jam. Mobil ini sendiri menggunakan sumber tenaga dari 4 buah baterai.

 “Kelebihan mobil ini banyak, kekurangannya sedikit,” ujar Sudarman sembari tertawa. Karena menurutnya dari apa yang telah dihasilkan ini hanya menggunakan anggaran yang relatif sedikit, yakni sekitar Rp. 35 juta.

Selaku pembina projek, Jupri mengatakan bahwa untuk tahap awal tim hanya ingin berpartisipasi saja dulu tetapi nanti kalau  nanti sudah berhasil dan mendapatkan prestasi bisa dikembangkan mungkin ini menjadi target tahun-tahun selanjutnya.

 “Sudah jadi saja Alhamdulillah apalagi bisa memenangkan lomba,” ujar Jufri yang juga merupakan dosen teknik mesin ini. Sebagai Pembina dan pembimbing tugasnya adalah mengontrol kinerja tim, menyusun jadwal dan target agar tidak terlalu lama dalam pengerjaannya.

Jupri mengakui masih perlu banyak perbaikan dalam pengerjaan mobil ini. Seperti belajar membuat bodi bagaimana teknik membuat bodi yang tipis namun masih kuat dan tidak terlalu berat namun masih akan terus diperbaiki. “Kedepannya, setelah diperbaiki, rencananya mobil ini akan mengikuti lomba otomotif tahunan di Sepang Malaysia,” katanya.

Shared:
Shared:
1