Aset Muhammadiyah Dirampok, Muhammadiyah Medan Serukan Aksi Penyelamatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 November 2012 21:27 WIB

 

Medan Muhammadiyah Medan serukan kepada seluruh kader Muhammadiyah untuk bergerak ikut serta dalam aksi penyelamatan aset Muhammadiyah pada Jumat, 16 Nopember mendatang. Titik kumpul berada di depan Kampus III UMSU Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan dan setelah itu akan bergerak ke lokasi. Seperti diketahui, pihak pengembang telah menyerobot aset tanah yang berada di lokasi Mesjid Raya Taqwa Muhammadiyah Belawan Jl. K.L. Yos Sudarso, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan. Bahkan penyerobot itu telah memprovokasi dengan berani mendirikan pagar di atas tanah milik Muhammadiyah.

Seruan ini disampaikan oleh Drs. Anwar Bakti, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PD Muhammadiyah Medan kepada seluruh kader Muhammadiyah yang berada di Medan dan sekitarnya, didampingi  Amiruddin BPM, Avvan AlQuddus, Budi AU, Taufiksyah Ismail SH, M Risfan Sihalolo dan puluhan kader Muhammadiyah lainnya di Medan pada Selasa (13/11). “Para kapitalis telah memprovokasi dengan mendirikan pagar di atas tanah milik umat Muhammadiyah. Muhammadiyah tidak akan membiarkan kesewenang-wenangan atas nama apapun walau dibeking oleh siapapun!” tegas Anwar Bakti.

Sebelumnya, Wakil Ketua PD Muhammadiyah (PDM) Kota Medan, Rafdinal MAP, menyatakan, PD Muhamadiyah Medan telah memberi amanah kepada Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PDM untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk menyelamatkan aset Muhammadiyah yang dirampas. Sedangkan untuk persoalan hukum diserahkan kepada Majlis Hukum dan HAM PDM. Tanah ini sebelumnya telah dibeli oleh Muhammadiyah pada 1985.

Menurut Anwar Bakti, PDM telah menyiapkan transportasi kepada seluruh kader yang akan ikut dalam aksi ini dengan titik kumpul di depan Kampus UMSU Jl. Mukhtar Basri No 3 Medan, pada Jumat, 16 Nopember. “Kita akan bergerak ba’da shalat Jum’at. Rombongan kader ini akan bergabung dengan ribuan kader Muhammadiyah lainnya yang berdomisi di Belawan dan sekitarnya,” terang Anwar.

Aksi unjuk rasa ini akan ditandai dengan pemasangan plang aset Muhammadiyah dan spanduk yang berisi penentangan terhadap aksi penyerobotan yang dilakukan pengembang. “Kita juga akan membongkar pagar yang dipasang itu,” kata Anwar. Selain itu, Muhammadiyah juga akan melakukan aksi teatrikal yang menampilkan kongkalikong antara pengembang dan birokrat dalam mencuri aset Muhammadiyah. “Para tokoh Muhammadiyah akan berorasi di sana,” tambah dia.

Menurut Ali Nafiah Marbun, aktivis Muhammadiyah Cabang Belawan, tanah itu dibeli Muhammadiyah hasil sumbangan dari kader Muhamadiyah. “Itu tanah bukan diberikan begitu saja kepada Muhammadiyah. Tapi tanah itu dibeli oleh Muhammadiyah dari uang Fastabiqul Khairat warga Muhammadiyah Belawan. Ibu-ibu Aisyiyah ada yg menyerahkan gelang dan cicinnya utk membeli tanah itu. Sekarang tanah itu dirampok orang,” tegas Ali. (*)

Shared:
Shared:
1