Din Syamsuddin: Muhammadiyah Tidak Lelah Berkiprah Hadapi Tantangan Abad Kedua

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 18 November 2012 02:10 WIB

Jakarta – Tantangan Muhammadiyah di Abad kedua bukan hanya pada wacana saja namun, Dampak Arus libarisasi politik, budaya, ekonomi, menjadikan Indonesia berubah, Muhammadiyah telah menyadari, bahwa Muhammadiyah bukan pemain tunggal, seperti zaman kemerdekaan dulu. Tantangan ini bagi Muhammadiyah diyakini sebagai tantangan dakwah, kita tidak akan lari dari tantangan dari masalah,kita akan hadapi, tentu dengan adjustment, ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin kemarin Jumat (16/11/2012) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta seusai pendandatanganan MoU Muhammadiyah dengan ANRI.

Muhammadiyah telah melakukan revitalisasi dalam diri Muhammadiyah sendiri. Self defence dalam diri Muhammadiyah, dalam bentuk konsep penting masuk dalam abad kedua, “kami sudah membuat pernyataan pikiran (semacam deklarasi, manifesto), yang berisi tentang evaluasi, assesment Muhammadiyah terhadap keadaan, tentu organisasi ini akan siap dengan segala zaman, abad kedua harus lebih baik dari abad pertama. Full self confidence dalam Muhammadiyah” tambahnya.

“Muhammadiyah tidak hanya untuk Indonesia tapi untuk dunia, rahmatalilalamin, dalam batas batas kemampuan, tentunya juga pada lingkaran terdekat, untuk Indonesia Muhammadiyah tidak lagi hanya pada gerakan strategis pengembangan kebudayaan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, tapi saat ini Muhammadiyah sedang menyisir korban-korban dari proses pembangunan ini, yakni kelompok-kelompok marginal, buruh, petani, nelayan, kaum papa, maka sejak dua periode ini ada Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) yang secara khusus melakukan itu, mengambalikan ideologi Muhammadiyah, dengan teologi Al Ma’un, dan ini sudah berlangsung dengan baik” ujarnya.

Dalam acara Milad nanti (18/11/2012) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Muhammadiyah akan menyediakan bus yang ditata seperti panggung dengan kapasitas 32 orang di atasnya. Serta akan menghadirkan puluhan ribu Simpatisan, kader dan anggota Muhammadiyah se-Nusantara. Selain itu akan ada acara pencak silat Muhammadiyah dan sejumlah variasi pertunjukan kebudayaan maupun kontes robot yang akan dibawakan para pengikut organisasi Muhammadiyah. Ia berharap seluruh masyarakat dapat bergabung untuk memeriahkan acara tersebut. 

"Muhammadiyah ke depan ingin tetap memberikan sumbangsih dan manfaat bagi bangsa Indonesia. Melakukan revitalisasi untuk membangun bidang pendidikan, kesehatan dan sosial untuk masyarakat Indonesia ke depan. Muhammadiyah tidak lelah berkiprah," tutup Din penuh harap. (dzar)

Shared:
Shared:
1