Muhammadiyah dan ANRI Sepakati MoU Selamatkan Arsip Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 November 2012 15:36 WIB

Jakarta -  Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) hari ini (16/11) telah melakukan pendandatanganan nota kesepahaman (Memory of Understanding/ MoU) terkait pengarsipan arsip-arsip kuno atau modern milik Muhammadiyah sejak tahun 1912 – 2012. Di ANRI sendiri telah menyimpan ribuan arsip milik Muhammadiyah berupa buku-buku, kertas-kertas surat keputusan, himbauan dan lain-lain yang pernah dikeluarkan PP Muhammadiyah sejak tahun 1912 – 1989. Hari ini diperkuat lagi dengan penandatanganan MoU hari ini yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin, (PP Muhammadiyah) dengan H.M. Asichin (Kepala ANRI).

Menurut Din Syamsuddin, Kerjasama ini sangat penting, penting bagi muhammadiyah dan bangsa Indonesia melalui ANRI. “Kami ingin naskah ini, MoU ini tidak menjadi arsip, nasibnya hanya menjadi arsip, agar MoU ini bisa benar-benar terlaksana. Minggu depan harus segera realisasi MoU ini diawali dengan tim PP Muhammadiyah, tim dari MPI PP Muhammadiyah dan tim dari ANRI, agar segera action dalam pengarsipan file-file Muhammadiyah, dan bisa dilaksanakan sebaik-baiknya” ujarnya.

“Kami punya mimpi digital library, yang akan di buat di kantor PP Muhammadiyah Jalan KH. Ahmad Dahlan 103 Yogyakarta, sampai saat ini masih dalam proses, semoga segera bisa terlaksana, agar memudahkan pencarian data pustaka terkait Muhammadiyah” tambahnya.

Kepala ANRI dalam sambutannya pun menjelaskan “dokumen-dokumen milik Muhammadiyah yang ada di ANRI sudah ada sejak tahun 1922-1989, dokumen tersebut telah bermanfaat bagi peneliti-peneliti, mahasiswa-mahasiswa S2 dan S3 tentang sejarah arsip Muhammadiyah.” Ungkapnya.

ANRI sendiri baru saja mendapat penghargaan dari ISO 9001/2012. Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kita bisa mengetahui bagaimana karakter bangsa Indonesia dari arsip yang dibuat oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah terdahulu” tambah kepala ANRI yang juga alumni IPM dan IMM ini.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bersama oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta langsung dihadiri Ketua MPI H. Muchlas MT dan Arsip Nasional Republik Indonesia. Pada kesempatan ini, dipamerkan koleksi dari Arsip Nasional Republik Indonesia yang berhubungan dengan perkembangan Muhammadiyah di seluruh wilayah Indonesia.

Acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan pihak ANRI. Pada kesempatan ini juga ada peninjauan Pameran Arsip Muhammadiyah koleksi ANRI. Pada hari yang sama, diadakan Talkshow dengan tema: “Mereta Jejak Muhammadiyah Di Bumi Nusantara” dengan narasumber : Dr. Abdul Mu’ti, (Sekretaris PP Muhammadiyah), H.M. Asichin, SH (Kepala ANRI) dan Bonnie Triayana (Pimred Majalah Historia). (dzar)

Shared:
Shared:
1