Filantropisme dan Volunterisme Muhammadiyah Melintasi Zaman

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 29 Oktober 2020 18:17 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Ditengah situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia dan Indonesia tidak menyurutkan Muhammadiyah untuk terus mendorong peran aktif relawan kebecanaan dan kemanusiaan.
 
Dorongan itu dilakukan Muhammadiyah Disasaster Management Center (MDMC) PP Muhamamdiyah melalui Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (29/10).
 
Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ini sekaligus meneguhkan gerakan keagamaan Muhammadiyah dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana lewat peranan MDMC PP Muhamamdiyah, Lazismu dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penganggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah.
 
Dorongan semangat juga dipesankan Hajriyanto Y. Tohari, Duta Besar RI untuk Lebanon yang meminta relawan Muhammadiyah untuk terus meyemai benih-benih filantripisme (kedermawanan) dan volunterisme (kerelawanan) sebagai watak dan jati diri Muhammadiyah melintasi zaman.
 
Bahkan, kata Hajriyanto semangat filantropisme dan volunterisme telah ditanamkan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan kepada warga Muhammadiyah sejak Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912.
 
Melalui Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO), Kiai Haji Ahmad Dahlan bersama murid-muridnya pada awal Muhammadiyah berdiri telah menghadirkan Panti Yatim, Rumah Sosial, Rumah Singgah hingga Klinik Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang manjadi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.
 
“Dari semangat inilah kemudian lahir lembaga-lembaga filantropi Muhammadiyah  bermetamorfose menjadi Lazis Muhammadiyah (Lazismu) dan bentuk aksi-aksi kemanusiaannya sehingga terkonsolidasi didalam MDMC atau LPB,” kata Hajriyanto.
 
Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat dan Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) mangaku gembira saat ini semangat filantropisme dan volunterisme yang ditanamkan Kiai Haji Ahmad Dahlan masih ada dan terus berkembang semakin baik.
 
Oleh karena itu, kata Hajri sinergi dan kebersamaan filantropisme dan volunterisme untuk kemanusiaan harus terus berlangsung dengan melibatkan peran organisasi otonom (ortom) seperti seperti ‘Aisyiyah, Pemuda Muhamamdiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Tapak Suci, IMM, IPM, Kokam serta Hizbul Wathan.
 
“Saya berharap Jambore Relawan Muhammaidyah memberi semangat pada kita untuk terus memberikan dorongan bergiat kemanusiaan dilapangan serta dapat semakin memperkuat mempertebal jiwa untuk terus mengembangkan semangat filantropisme kedermawanan dan semangat volunterisme kerelawanan dikalangan keluarga Muhammadiyah,” pesannya.
 
Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah pada periode 1993-1998 tersebut juga meyakini peran MDMC, Lazismu dan LLHPB PP ‘Aisyiyah dalam kegiatan kemanusian merupakan perwujudan  dari semangat untuk mewarisi dan mengembangkan semangat filantropisme dan volunterisme Kiai Haji Ahmad Dahlan.
 
“Saya yakin MDMC, Lazismu LLHPB PP ‘Aisyiyah adalah pewaris par excellence (keuggulan) semangat filantropisme dan volunterisme yang dikembangkan Kiai Haji Ahmad Dahlan melalui pengajaran Surat Al-Ma’un sebagaimana sering kita sebut sebagai doktrin atau teologi al-maun,” kata Hajri.
 
Lebih lanjut, kata Hajri teologi Al- Ma’un yang dirintis dan ditanamkan bibit-bibitnya oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan kini mengewanjantahkan dalam MDMC, Lazismu dan LLHPB PP ‘Aisyiyah.
 
“Mudah-mudahan Jambore Relawan Muhamamdiyah sukses dan terus berhasilkan menyemaikan benih-benih kerelawanan dan kedermawanan yang menjadi watak dan jati diri Muhammadiyah. Selamat Ber-Jambore Nasional buat Relawan Muhamamidyah tetap teguh dan tangguh menjadi Relawan Muhammadiyah dilintas zaman,” pesannya. (Andi)
Shared:
Shared:
1