UMMAT Mewisuda 1.052 Wisudawan Secara Luring Dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 30 September 2020 16:49 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MATARAM – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar wisuda luring (langsung), untuk angkatan 48 dan 49, untuk Diploma dan Strata-1 (S-1), pada tanggal 28-29 September 2020 di Auditorium Kampus UMMAT.

Wisuda kali ini diikuti 1.052 peserta. Menerapkan dua sistem sesi. Untuk sesi pagi berlangsung pada pukul 08.00 Wita-11.00 WITA. Sedangkan sesi siang, pada pukul 13.00-16.00 Wita. Kemudian setiap sesinya dibagi dalam gelombang. Masing-masing gelombang menghadirkan maksimal 100 peserta. Sesuai aturan dan saran dari pihak kepolisian.

“Jadi dalam sehari, kami ada dua sesi dan empat gelombang, peserta masuk secara bergiliran,” kata Rektor UMMAT Arsyad Abd Gani, kemarin (29/9).

Untuk menghindari kerumunan, kampus telah membuat denah lokasi dan papan petunjuk, tahapan penerapan protokol kesehatan. Karena kampus berkomitmen tegas, menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mulai dari mengukur suhu tubuh peserta, mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, face shield dan menjaga jarak. Bahkan untuk lebih yakin lagi, UMMAT memasang sebuah alat pada jari wisudawan, untuk mengukur oksigen dalam darah.

“Kami berkoordinasi dengan fakultas ilmu kesehatan (FIK) UMMAT, agar kami benar-benar yakin anak-anak kami yang ikut wisuda ini sehat,” ujarnya.

Sebelum dan saat berlangsungnya wisuda, kampus sangat intens berkomunikasi dengan pihak terkait, seperti kepolisian, BPBD Kota Mataram dan Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram. “Kami persilakan mereka datang mengawasi, bahkan turut membantu kami menerapkan protap kesehatan,” jelas Arsyad.

Selama wisuda, kegiatan kampus ditiadakan selama dua hari tersebut. Selain peserta, hanya senat dan panitia wisuda saja yang hadir. Selama wisuda berlangsung, tidak ada acara seremonial khusus.

“Jadi murni, setelah rapat senat dibuka resmi oleh rektor, kemudian rektor memberikan sambutan dan apresiasi atas keberhasilan wisudawan, orang tua, dan keluarga wisudawan sebagai permakluman atas dibatasinya pelaksanaan wisuda ini. Kemudian kami hanya memindahkan tali toga saja untuk setiap sesi selanjutnya, jadi setelah pindah tali toga langsung keluar, maka masuk lagi yang 100 peserta lain,” terang Arsyad.

Pidato dari Majelis DIKTI Litbang PP Muhammadiyah di lakukan secara virtual. Tidak mengundang dosen, apalagi tamu di luar kampus, dan tidak ada kehadiran orang tua. “Supaya mereka (orang tua wisudawan.Red) menyaksikan wisuda, kami memfasilitasinya dengan streaming youTube dari media sosial kampus,” tegasnya.

Arsyad mengatakan, penerapan protokol kesehatan secara ketat ini, adalah rasa tanggung jawab kampus dalam mencegah penyebaran virus korona. Pihaknya berupaya, meski dalam situasi pandemi, kegiatan akademik kampus tetap berjalan. Mahasiswa tetap mendapatkan hak dan menjalankan kewajibannya dalam menuntut ilmu.

Arsyad berharap UMMAT bisa menjadi role model penyelenggaraan wisuda offline di tengah pandemi Covid 19. Dikatakan selama ini banyak kampus belum berani menggelar kegiatan-kegiatan semacam ini secara offline. Namun berbekal keyakinan disertai dengan ikhtiar untuk bersama-sama menjaga kesehatan, pihaknya kini sukses mencatatkan tinta sejarah bagi perjalanan UMMAT.

“Ini bisa menjadi model jangan sampai teman-teman perguruan tinggi takut. Kalau sukses saya berharap ini bisa menjadi model. Kami sudah berusaha mengatur agar tidak terjadi kerumunan massa,” ujarnya.

“Sebagaimana imbauan pemerintah, sepanjang kampus mengatur protokol kesehatan yang sangat ketat, tidak ada halangan untuk beraktivitas,” jelas dia.

Wisuda kali ini terbilang sukses. Selama tahapan wisuda tidak ada kendala yang berarti, lantaran UMMAT telah mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari, sambil terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Alhamdulillah, kegiatan ini sukses dan mudah-mudahan penerapan wisuda dengan cara seperti ini, bisa menjadi model bagi kampus lain,” ujar Arsyad.

Tak lupa, pada kesempatan itu dirinya mengucapkan selamat atas gelar yang sudah diraih oleh seluruh wisudawan. “Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat bagi masyarakat, sukses selalu untuk anak-anakku, tetap berkarya, dan terus berinovasi, gapai cita-cita kalian,” harap rektor.

Shared:
Shared:
1