UMY Lakukan Program Literasi Mitigasi Resiko Kesehatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 27 September 2020 11:18 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA -- Pandemi Covid-19 dan penurunan kualitas lingkungan hidup menjadikan kecakapan tentang mitigasi resiko kesehatan sebagai kebutuhan warga yang sangat penting. Dalam hal kebencanaan, termasuk pencemaran lingkungan, warga menjadi pihak pertama yang terdampak sekaligus actor untuk penanganannya.

Dalam rilis yang diterima muhammadiyah.id pada Ahad (27/9), Program Studi (Prodi) Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selenggarakan program literasi mitigasi resiko kesehatan. Program ini secara khusus mengawal masyarakat untuk sadar dan aktif dalam pelaksanaan mitigasi resiko bencana kesehatan.

Endah Saptutyningsih, dosen Prodi Ekonomi UMY sekaligus koordinator tim pelaksana program literasi mitigasi resiko kesehatan mengungkapkan, sejak merebaknya wabah pandemi covid-19, masyarakat awam terlebih menjadi kelompok rentan dalam urusan kesehatan. Mereka membutuhkan pengetahuan/edukasi untuk melakukan mitigasi untuk mengurangi resiko kesehatan.

“Kondisi sekarang, secara umum masyarakat belum cakap melakukan mitigasi resiko kesehatan. Kondisi ini mendorong tim UMY melakukan pendampingan komunitas sebagai model pemberdayaan masyarakat dalam hal kemandirian melakukan mitigasi resiko kesehatan. Pada tahap awal dilakukan di Kalurahan Tegalrejo Yogyakarta,” ungkapnya.

Mengingat saat ini ditenggah gaduhnya instansi kesehatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, maka dipandang perlu untuk melakukan pencegahan dini, dimulai dengan memberikan edukasi kepada masayrakat tentang pentingnya merawat dan menjaga kondisi lingkungan supaya tetap asri dan terbebas dari polusi.

Tindakan prefentif yang dilakukan oleh masyarakat seperti melakukan penanaman tumbuhan, dan menjaga kebersihan lingkungan lainnya, setidaknya bisa mengurangi resiko persoalan kesehatan. Hal ini menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan mengurangi beban kerja tenaga kesehatan (nakes) dalam melakukan pelayanan kesehatan.

”Kegiatan ini dilakukan sejak mulai pandemi covid-19 dan telah dievaluasi pada Agustus 2020. Proses edukasi ini diikuti 55 warga RW 07 Kalurahan Tegalrejo dengan mengikuti protocol covid-19 sehingga prosesnya dilakukan tatap muka terbatas serta banyak dilakukan online,” imbuhnya.

Materi edukasi difokuskan tentang dampak polusi dan langkah-langkah mitigasinya. Selain dilakukan edukasi dengan metode penyuluhan online dan offline, tim UMY juga memberikan hibah alat pemantau polusi udara, serta penanaman tanaman pereduksi polusi. Alat mitigasi didistribusikan tiap RT. Proses penanaman tanaman sanseviera pereduksi polusi udara sudah dilakukan secara partisipatif oleh warga rangka memperbaiki kualitas udara.

“Warga kami sekarang dapat mengukur pencemaran yang terjadi, dan upaya antisipasi resiko negatifnya. Alat yang diberikan sangat bermanfaat. Diharapkan program ini dilanjutkan dan diperluas,” ujar Djasmanto, ketua RW 07 Tegalrejo sebagai salah satu penerima manfaat program. (a'n)

Shared:
Shared:
1