Din Syamsuddin Siap Resmikan Masjid Gaya Tiongkok RS UM Malang

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 20 Mei 2011 18:13 WIB

Malang- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin, Sabtu (21/05) besok akan meresmikan masjid di kawasan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Masjid ketiga milik UMM ini oleh rektor Muhadjir Effendy diberi nama Masjid KHM Bedjo. Nama itu diambil dari seorang tokoh pembaharu Muhammadiyah Malang pada tahun 1930an, Kyai Haji Bedjo Darmoleksono.

Masjid Bedjo berbeda dengan masjid-masjid milik UMM lainnya. Arsitekturnya bergaya Oriental negeri Tiongkok. “Gaya ini juga digunakan untuk bentuk bangunan Rumah Sakit UMM,” kata Muhadjir.

Tentang filosofi masjid ini dibangun lebih dulu sebelum pembangunan Rumah Sakit selesai, rektor beralasan, membangun masjid lebih penting daripada bangunan Rumah Sakitnya sendiri. Ini bermakna bangunan spiritual didahulukan daripada fisik. Selain itu, dengan adanya masjid di kawasan pembangunan Rumah Sakit bisa dimanfaatkan oleh tukang dan masyarakat sekitar.

Sedangkan alasan dipilihnya nama KHM Bedjo karena tokoh satu ini memiliki kaitan sejarah sangat erat dengan Muhammadiyah dan UMM. Kyai Bedjo adalah muballigh yang memiliki ilmu agama sangat tinggi dan pernah menjadi pimpinan Muhammadiyah Malang  serta sebagai dewan pengawas dan komisaris UMM. Kiprahnya di Muhammadiyah diakui hingga tingkat nasional.

Dalam buku Siapa & Siapa 50 Tokoh Muhammadiyah Jawa Timur (2007), disebutkan dalam berdakwah KHM Bedjo tidak hanya di mimbar-mimbar masjid, tetapi juga di sekolah, kampus dan radio serta tulisan di media massa. “Salah satu tulisannya ‘Islam Sontoloyo’ di Suara Muhammadiyah sempat membuat majalah itu dibreidel oleh presiden Soekarno,” sebut buku tersebut.

Nama KHM Bedjo untuk masjid baru UMM nampaknya dimaksudkan untuk membangkitkan semangat keteladanan Kyai Bedjo tersebut. Tak sekedar ilmuwan keagamaan, Kyai Bedjo juga aktivis yang kritis.Sementara itu, selain meresmikan masjid KHM Bedjo ditempat yang sama Din juga dijadwalkan meresmikan Panti Asuhan dan

Pesantren Muhammadiyah Gondanglegi Kabupaten Malang. Tanah seluas 1,5 hektar dan bagunan panti asuhan tersebut merupakan wakaf keluarga H. Moedhar Syah dan HA Djauhar Arifin dari Gresik. Pengusaha dan pemilik PT Polowijo Gosari itu memang  kelahiran Gondanglegi. Acara tersebut dilangsungkan di tempat yang sama dan undangan bisa menyaksikan tayangan profil panti asuhan tersebut lewat layar televisi. (umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1