Penerbit Erlangga Kembali Percayakan Muhammadiyah untuk Salurkan Bantuan APD

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 28 Mei 2020 16:39 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA — Percayakan ke Muhammadiyah, Penerbit Erlangga sampaikan bantuan kepada Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) berupa Alat Pelindung Diri (APD) 50 pcs, masker 5 box, sarung tangan 5 box, vitamin/suplment 5 kardus, dan face shield 20 pcs padaKamis(28/5), di Kantor PP Muhammadiyah, JlMenteng Raya No 62, Jakarta.

Penyerahan tersebut diterima secara langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. Dalam kesempatan tersebut Mu’ti menyampaikan terimakasih kepada Penerbit Erlangga atas kepercayaan kepadanya kepada Muhammadiyah. Bantuan ini nanti akan digunakan oleh tim MCCC yang menangani wabah covid-19.

Sementara itu, Assistant Managing Director Penerbit Erlangga, Rikki L Tobing mengatakan bahwa bantuan yang diberikan juga sebagai bentuk dukungan dan support kepad tim MCCC. Bantuan ini merupakan yang kedua, yang diberikan oleh Penerbit Erlangga kepada MCCC. Di mana sebelumnya telah memberikan bantuan sebesar Rp. 100.000.000 kepada MCCC yang diberikan pada 23 Maret 202.

“Penerbit Erlangga sangat mengapresiasi kegiatan penangulangan dampak covid-19 yang dilakukan oleh tim covid-19 PP Muhammadiyah, melalui Rumah Sakitnya yang ada di seluruh Indonesian. Yang kami berikan ini tidak seberapa dan mudah-mudahan bisa mendukung PP Muhammadiyah dalam mendukung upaya mengatasi pandemi covid-19.” Katanya.

Penyerahan bantuan ini juga bertepatan dengan Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor: 002/PER/1.0/2020 tentang Pemberlakuan New Normal. Dalam surat pernyataan tersebut, PP Muhammadiyah mempertanyakan terkait ramainya pemberitaan new normal yang menimbulkan tanya tanya dan kebingunan di masyarakat.

Disebutkan, saat ini sedang terjadi paradoks antara satu kebijakan dengan kebijakan yang lain oleh pemerintah. Karena di satu sisi sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun di sisi lain menyampaikan relaksasi. Kesimpangsiuran ini menimbulkan ketegangan aparat dengan rakyat. Bahkan sampai terjadi tindak kekerasan oleh oknum aparat dalam menjalankan tugasnya.

Karena itu Muhammadiyah meminta kepada Pemerintah untuk mengkaji dengan seksama pemberlakuan new normal, dan penjelasan yang obyektif dan transparan terutama terkait dasar kebijakan, maksud dan tujuan new normal, konsekwensi terhadap peraturan yang sudah berlaku, jaminan daerah yang sudah dinyatakan aman yang diberlakukan new normal, dan persiapan yang seksama agar masyarakat tidak menjadi korban. (a’n)

Shared:
Shared:
1