Lima Strategi PTMA Hadapi New Normal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 23 Mei 2020 13:10 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA — Prof. Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dengan adanya wabah covid 19, menyebabkan banyak terjadi pergeseran landskape kebiasaan manusia di dunia.

Guru Besar bidang ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengatakan, yang paling nampak adalah bergesernya segala bentuk transaksi manusia yang dilakukan secara konvensioanl menjadi digital atau virtual. Dalam bidang ekonomi misalnya, Ia menyebut e-commerce akan meninggkat dan juga jasa logistik.

Dalam prediskinya, bidang-bidang lain yang akan tumbuh pada eranew normal adalah online scholing, telekomunikasi, medical equipment, home entertainment, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Lin mengajak untuk bersiap-siap menghadapi pergeseran tersebut. Ia juga menyakini, meskipun keadaan sudah normal lagi namun akan ada banyak hal akan berubah.

“Wabah ini terjadi dan tersirkulasi sudah empat abad. Kalau kita baca ini wabahnya/penyakitnya berubah terus, setiap abad itu berubah. Penyakit yang selalu muncul di suatu periode di mana yang menghadapinya juga selalu berubah,” kata Lin dalam acara Webinar yang diadakan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pada Kamis (21/5).

Hal ini menjadi tantangan bagi Muhammadiyah, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah tidak bisa tetap seperti sekarang, karena zaman terus dinamis. Terkait belum jelasnya waktu berakhir wabah covid-19, PTMA memerlukan beberapa strategi sebagai upaya bertahan dan memberikan suatu kebaruan.

Menyikapi itu, Lincolin Arsyad mengajak kepada seluruh PTMA untuk mengadakan konsolidasi perguruan tinggi. Langkah pertama ini diambil untuk bertanya ulang mengenai landskape dunia di masa yang akan datang dengan keberadaan Program Studi di PTMA. Meskipun sudah pernah melakukan konsolidasi PTMA, namun dalam kalkulasinya masih ada sebagian kecil PTMA yang diperkirakan belum bisa survive di tengah perubahan yang disebabkan oleh covid-19.

Kedua, diperlukan peningkatan sumber daya manusia yang lebih hebat. Akselerasi dan pengembangan diri menjadi penting di masa-masa yang akan datang, karena permasalahan yang akan dihadapi juga kian pelik. Terlebih para dosen harus dengan cepat mengembangkan dirinya untuk mengejar perubahan-perubahan. Sehingga pendidikan doktor bagi dosen PTMA menjadi suatu keharusan.

“Karena peningkatan kualitas SDM ini adalah kunci. Dunia pendidikan itu kuncinya adalah tenaga kerja manusianya.” Tambahnya

Selanjutnya adalah pengembangan kuliah jarak jauh. Menurutnya, menghadapi masa yang akan datang bagaimanapun harus mengembangkan pendidikan jarak jauh. Meskipun demikian, Ia sadar betul akan kemampuan PTMA yang tidak semua bisa memberlakukan sistem pembelajaran ini. Keempat adalah terkait dengan peningkatan sarana dan prasarana harus terus ditingkatkan sebagai penunjang kegiatan belajar-mengajar.

Pembangunan sarana dan prasarana harus tepat, serta harus sesuai dengan sistem perkuliahan yang dianut. Serta yang kelima adalah secara serius melakukan kalkulasi adanya program studi (Prodi) yang sudah tidak relevan dan tidak laku lagi. Namun disisi lain PTMA juga harus mengkalkulasi dan membangun Prodi yang relevan dan mampu menjawab tantangan zaman. (a’n)

Shared:
Shared:
1