Makna Nuzulul Qur’an di Masa Pandemi Covid-19

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 11 Mei 2020 12:29 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, MAGELANG – Peristiwa Nuzulul Qur’an  tahun ini diperingati dalam kondisi darurat akibat wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Langkah – langkah pencegahan sudah dilakukan dengan ditetapkannya protokol kesehatan mulai dari jaga jarak fisik, tidak membuat kerumunan, menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan dan juga memakai masker. Perjalanan kehidupan sejak Al- Qur’an diturunkan di bumi sampai dengan saat ini sudah diwarnai dengan berbagai peristiwa yang beragam dengan segala dinamikanya. Surat Al-‘Alaq adalah yang pertama kali diturunkan, pada ayat pertama surat tersebut dicantumkan kata iqra’ yang artinya bacalah.

Perintah membaca memiliki arti dan menghimpun banyak makna antara lain meneliti, mengkaji, mendalami dan juga mengetahui ciri sesuatu. Pilihan sikap dan kebijakan dalam menghadapi setiap persoalan hidup sudah seharusnya ditentukan melalui berbagai proses sebagaimana makna yang terkandung dalam perintah membaca tersebut. Oleh karenanya, yang dibaca tidak hanya yang tertulis semata akan tetapi  juga yang tidak tertulis.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah Jumari pada Ahad (10/5) saat dihubungi redaksi.

Oleh karenanya membaca fenomena munculnya wabah virus yang telah masuk kategori pandemi (penyebarannya yang luas) ini juga perlu dilakukan dengan semangat iqra’. Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar semua bisa selamat dan segera mampu melewati masa darurat ini.

Al Quran sejak awal mengajarkan tentang keseimbangan dan perpaduan antara aspek ikhtiar dalam bentuk usaha lahiriah dan pertolongan Allah, akal dan qalbu (hati), pikir dan dzikir, ilmu dan iman. Sesuai semangat yang ada didalam Al- Quran maka setiap pribadi muslim perlu memadukan masing-masing kedua aspek tersebut dalam perjalanan hidupnya.

“Sikap pasrah dan juga permohonan do’a kepada Allah agar wabah Covid-19 segera berakhir, perlu diikuti juga dengan usaha dalam bentuk pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah dibuat dan disusun berdasarkan pertimbangan akal, pikiran dan juga ilmu pengetahuan,” kata Jumari.

Jumari yang juga Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang tersebut  menambahkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an perlu disempurnakan dengan ikhtiar memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan setiap peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk refleksi dan evaluasi terkait pelaksanaan setiap pedoman hidup yang tercantum didalam Al-Qur’an itu sendiri,” pungkasnya. (Syifa)

Sumber: Handy SN 

Shared:
Shared:
1