Hadapi Globalisasi, Muhammadiyah Harus Perkuat Iptek

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 18 Mei 2011 10:18 WIB
Berita UMM
 

Malang- Sekretaris PP Muhammadiyah, Dr. Abdul Mukti, berpesan dalam menghadapi tantangan globalisasi saat ini setidaknya harus memiliki empat kekuatan. Yakni, kekuatan ilmu pengetahuan, kekuatan ekonomi, kekuatan agama dan kekuatan persatuan. Demikian disampaikannya dalam pembukaan National Olympiad and International Conference (Olycon) Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jata Timur di UMM Dome, Sabtu (14/05).

 
Menurut Mukti, saat ini kita menghadapi tantangan pergeseran nilai-nilai akibat dari pasar bebas yang membebaskan nilai-nilai apapun masuk ke dalam kehidupan sehari-hari kita. Era keterbukaan dalam segala hal, pada sektor ekonomi, politik dan nilai-nilai memunculkan era kompetisi yang tak terelakkan. “Untuk itu tantangan dunia pendidikan Muhammadiyah harus mampu menghadapi kompetisi tersebut dengan kekuatan-kekuatan yang dimilikinya,” ujarnya.
 
Kompetisi itu berlangsung pada semua hal. Siapa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dialah yang menang. Muhammadiyah harus meningkatkan kepercayaan dirinya menghadapi kompetisi itu dengan memperkuat Iptek. “Oleh karena itu pendidikan Muhammadiyah harus mengarah pada pendidikan Islam yang berwawasan teknologi yang siap menghadapi semua perubahan,” kata Mukti.
 
Diakui, memang perubahan dunia baru dipegang oleh segelintir orang saja. Mereka menguasai hampir semua segi kehidupan, sehingga kesenjangan  antara negara-negara kayu dengan negara miskin begitu jauhnya. Kekuatan yang paling menonjol dari negara-negara maju itu adalah sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
“Maka sesuai hadits, didiklah anakmu sesuai dengan zamannya. Karena ini zaman teknologi maka mari kita memberi wawasan kepada murid-murid kita tentang teknologi,” ajak Mukti yang juga mantan ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu.
 
Sebelumnya Ketua PWM Jatim, Prof. Dr. Thohir Luth menyatakan olimpiade ini merupakan agenda tahunan dan tahun ini memasuki tahun yang keenam. Selama pelaksanaan Olycon itu diharapkan terbentuk budaya kompetisi yang sportif, jujur dan disiplin tinggi. “Warga Muhammadiyah adalah manusia-manusia yang menjunjung tinggi kejujuran,” tutur Thohir.
 
Dalam laporannya, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim, Dr. Abiyanto, menerangkan Olycon diikuti tak kurang dari 2.600 siswa dan 1.020 guru. Mereka mengikuti olimpiade bidang Sains, Matematika, dan Al Islam dan Kemuhammadiyahaan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Sementara itu bidang olah raga dipertandingkan futsal dan seni beladiri Tapak Suci. “Untuk para guru dan kepala sekolah, selain diikutkan dalam konferensi internasional juga mengambil bagian dalamcall for paper,” kata Biyanto.
 
Kesempatan Olycon tahun ini dimanfaatkan oleh Majelis Dikdasmen untuk meluncurkan program Dana Abadi sekolah, sistem infomasi sekolah dan Diploma I Pendidikan Muhammadiyah. Program-program itu akan segera diimplemantasikan untuk semua sekolah Muhammadiyah. Khusus program D1 Kemuhammadiyahaan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) siap mendidik guru sekolah Muhammadiyah.(www.umm.ac.id)
Shared:
Shared:
1