Penyaluran Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19 Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 22 April 2020 16:01 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA -- Antisipasi penumpukan massa saat pembagian sembako, Muhammadiyah perlu menggerakkan infratsruktur Pimpinan dari Wilayah sampai Cabang dan Ranting.

Hal tersebut disampaikan oleh Budi Setiawan, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimipinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat ditemui tim muhammadiyah.id pada Rabu (22/4) di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 103, Ngampilan, Yogyakarta.

Menurutnya, niat baik untuk membantu masyarakat jangan sampai menimbulkan kemudhoratan dan masalah lain. Sehingga diperlukan pemilihan langkah bijak dalam membantu masyarakat untuk penyaluran bantuan.

Proses pembagian sembako yang dilakukan oleh PP Muhammadiyah akan menjadi stimulan kepada Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Terkait ini, ada kejadian menarik dilakukan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta.

Budi menceritakan, PDA Kota Yogyakarta awalnya hanya memberi stimulan berupa sembako sebanyak 15 paket kepada tiap Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) di bawahnya. Namun dari 15 paket tersebut, oleh PCA ditambah lagi jumlahnya karena banyak anggota atau masyarakat yang merasa dirinya mampu untuk ikut berdonasi melalui ‘Aisyiyah.

“Pimpinan Cabang mengupayakan penambahan, Ranting pun menambahi. Ini yang saya katakan sebagai pancingan dari atas ternyata yang sampai bawah pancingan tersebut menjadi besar,” ungkap Budi.

Budi mengimbau kepada Pimpinan atau Unsur Muhammadiyah yang melakukan pembagian untuk tetap menjaga jarak, dan menghindari kerumunan masa. Menurutnya, tidak sulit bagi Muhammadiyah untuk melakukan pembagian dari pintu ke pintu, karena Muhammadiyah memiliki energi untuk menjalankan itu.

Selain dari internal Muhammadiyah, skema pembagian sembako atau bantuan lainnya bisa dengan melibatkan infrastruktur pemerintah, seperti Rukun Warga dan Rukun Tetangga (RW/RT). Karena niat baik adalah sebuah tujuan yang ingin dicapai bersama, maka Muhammadiyah membuka tangan selebarnya bagi siapa yang ingin bersinergi untuk kebaikan ditengah wabah ini.

“Kami mengharapkan Pimpinan Muhammadiyah disetiap ekselon/tingkatan bisa membagi dengan sebaik-baiknya, prinsip jangan sampai ada kerumunan tetap kita pegang, tetapi penyampaian bisa sampai kepada yang berhak,” tuturnya

Oleh karena itu, menurut Pengarah Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) ini diperlukan untuk menggandeng anak-anak muda dalam pembagian. Untuk mengawali skema tersebut, Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta akan memulai dengan melakukan pembagian takjil buka puasa Ramadan dari rumah ke rumah.

“Sehingga tidak ada lagi penumpukan massa pada satu titik,” pungkasnya. (a'n)

 

Shared:
Shared:
1