Kesadaran dan Kedisiplinan Individu yang Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 April 2020 19:32 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Wakil Ketua MDMC Rachmawati Hussein berharap warga Muhammadiyah mematuhi semua pedoman yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkaitan dengan upaya penanggulangan Covid-19.
 
“Untuk menekan laju penyebaran virus, di samping kebijakan pemerintah, yang paling penting adalah kesadaran dan kedisiplinan mulai dari diri sendiri,” himbau Rachmawati dalam seri diskusi webinar IB-MDMC bertajuk “Flattening the Curve: Sampai Kapan Wabah ini Berakhir?”, Jumat (10/4).
 
Unsur Pengarah BNPB RI tersebut juga menilai berbagai sosialisasi, cara dan kebijakan yang tengah dilakukan berbagai pihak untuk mendatarkan kurva lonjakan angka kasus Covid-19 tidak akan berguna jika tidak ada kesadaran dari diri sendiri.
 
“Sebab Covid ini penularannya sangat cepat, dampaknya sangat berat dan belum ditemukan vaksinnya. Semua orang berpotensi sebagai carrier dan menularkan. Jika tidak disiplin bisa 60 ribu kasus dan bisa sampai akhir Juni,” ungkap Rachmawati menjabarkan berbagai metode perhitungan kasus penyebaran Covid berdasarkan tingkat kedisiplinan masyarakat dan kebijakan Pemerintah.
 
Atas proyeksi terburuk tersebut, Muhammadiyah telah melakukan berbagai cara guna mendatarkan kurva kasus mulai dari penyediaan 55 Rumah Sakit, mengeluarkan berbagai maklumat, instruksi, edaran Persyarikatan, panduan pencegahan hingga berbagai program sosial lainnya bagi masyarakat terdampak.
 
“PP Muhammadiyah juga meminta kerjasama dari berbagai majelis lembaga, termasuk membuat Muhammadiyah Covid Command Centre (MCCC) di tiap daerah. Respon jangka pendek yaitu pengerahan Lazismu, jangka menengahnya bagaimana menghindari gelombang kedua pandemic, dan jangka panjang tentang ketahanan ekonomi dan pangan.  Semakin itu tinggi kurvanya semakin tidak flat, semakin dalam resesi ekonominya. Karena itu pentingnya flattening the curve, menekan laju kurva,” terangnya.
 
Terakhir, Rachmawati berharap berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan di Indonesia memiliki inisiatif bergerak mandiri dalam menekan laju kurva dan memetakan berbagai kemungkinan tanpa berharap terlalu banyak dari Pusat.
 
“Berbagai organisasi kemasyarakatan perlu banyak bergerak bersama karena itu yang paling mungkin dilakukan. Contohnya, Lazismu Pusat kini tidak menarik dana dari wilayah, agar difungsikan untuk kepentingan daerah mereka sendiri. Gerakan ketahanan pangan menanam bibit sayur-sayuran yang bisa panen dalam dua bulan ke depan juga kita dorong melalui penggunaan dana desa,” tutup Rachmawati. (afn)
Shared:
Shared:
1