Muhammadiyah Selesaikan Pendirian 91 Unit Huntara dan Masjid di Desa Cisarua

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 April 2020 09:54 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARATA - Pada hari Rabu tanggal 08 April 2020 dilaporkan bahwa Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) telah mendirikan hunian sementara dan masjid bagi warga Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pendirian huntara diberikan dalam rangka bantuan bagi warga terdampak banjir yang ada di Desa Cisarua.

Pada awal tahun 2020, banjir mengenai seluruh wilayah Jabodetabek yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Bekasi dan Bogor. Banjir besar yang terjadi mengakibatkan banyak rumah dan lahan warga tidak dapat ditinggali, seperti yang dialami oleh warga Desa Cisarua. Selama hampir 4 bulan warga Desa Cisarua harus tinggal di hunian darurat (hundar) yang didirikan oleh MDMC-Lazismu dengan kondisi 4 kali berganti terpal akibat cuaca yang tidak menentu.

Khairul Anam atau biasa dipanggil dengan sebutan “Ndan Anam” salah satu tim TDRR MDMC ini menyampaikan bahwa dalam menanggapi bencana banjir yang terjadi di Desa Cisarua tersebut, MDMC-Lazismu memberikan bantuan berupa evakuasi SAR, logistik, sanitasi, laterin dan hunian darurat. Hingga pada akhirnya, melihat kondisi hundar yang tidak layak untuk terus ditinggali, maka MDMC-Lazismu memberikan bantuan yaitu pengadaan huntara dan masjid bagi warga Desa Cisarua.

Berdasarkan hasil data laporan yang diberikan oleh Ndan Anam terdapat 91 unit huntara, 1 masjid serta 20 MCK yang dibangun oleh MDMC-Lazismu bersama dengan warga Desa Cisarua dan arsitek. Adapun pengerjaan huntara dilakukan mulai dari tanggal 11 Maret 2020 dengan pengadaan barang. Pengerjaan huntara tersebut tentu melibatkan warga Desa Cisarua, sehingga MDMC-Lazismu mengadakan sosialisasi bagi warga dan membentuk 18 kelompok kerja yang dilakukan pada tanggal 12 Maret 2020. Dalam proses pendirian huntara tersebut kegiatan berupa pengadaan barang, pemasangan serta monitoring. Huntara tidak didirikan begitu saja, namun MDMC-Lazismu juga memberikan fasilitas berupa pemasangan listrik dan drainase.

Adapun pendirian masjid juga dikerjakan sama seperti dengan huntara, pengerjaan dilakukan mulai tanggal 22 Maret 2020 dengan pengukuran dan pemetaan oleh pekerja dari warga yang ditinjau langsung oleh arsitek. Dalam wawancaranya Ndan Anam menyebutkan bahwa pengerjaan masjid sudah dalam tahap finishing, begitupun dengan huntara.

Adapun dalam menanggapi wabah virus Covid19 ini, Ndan Anam menyampaikan bahwa MDMC mengimbau kepada para warga Desa Cisarua, terutama bagi pekerja huntara untuk rajin mencuci tangan dan menjaga kesehatannya.

“Kami mengimbau untuk selalu cuci tangan setelah pengerjaan huntara, sebelum mengerjakan dan begitu seterusnya” ujarnya.

Khairul Anam menjelaskan bahwa Desa Cisarua masih dalam zona hijau sehingga upaya yang dapat dilakukan saat ini berupa himbauan kepada warga.

Pengerjaan 91 unit huntara dan masjid yang telah diselesaikan pada 8 April 2020 ini mendapatkan sanjungan oleh warga Desa Cisarua setempat “Feedback masyarakat mengucapkan beribu – ribu terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh MDMC-Lazismu,” pungkasnya.

Sumber: Media MDMC

Shared:
Shared:
1