Haedar: Penyelamatan Bangsa dengan Prinsip Kesatuan dan Kebersamaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 30 Maret 2020 13:52 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA- Berbagai ikhtiar yang dilakukan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah maupun kelompok warga di tingkat lokal untuk mencegah perluasan sekaligus memutus rantai penularan Covid-19 telah banyak dilakukan. 
 
"Muhammadiyah sebagaimana MUI bahkan telah mengeluarkan fatwa agar menunaikan ibadah shalat di rumah, serta fatwa antisipatif untuk hadapi Ramadhan dan Idul Fitri dengan segala rangkaiannya. Intinya tarawih dan kegiatan ibadah di masjid dapat dilakukan di rumah masing-masing, idul fitri dapat ditiadakan jika keadaan sampai dua bulan ke depan masih darurat Corona," jelas Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah pada Senin (30/3).
 
Haedar juga mengatakan, pemerintah daerah seperti DKI Jakarta sebagaimana diberitakan sudah meminta izin kepada pemerintah pusat untuk karantina wilayah. Beberapa daerah sampai ke tingkat lokal menerapkan "karantina wilayah" terbatas atau sesuai dengan kondisi setempat.
 
"Namun keadaan seperti ini tidak dapat dibiarkan terus tanpa satu kebijakan nasional yang berlaku umum sebagaimana prinsip Negara Kesatuan. Karenanya pemerintah pusat perlu mencermati perkembangan nasional ini secara seksama untuk mengambil kebijakan nasional yang tegas demi penyelamatan bangsa," tegas Haedar.
 
Jika setelah dikaji secara seksama beradasarkan masukan para ahli yang objektif dan demi mencegah penularan Covid-19 secara meluas, sebenarnya cukup bijaksana jika pemerintah pusat mempertimbangkan pemberlakuan karantina wilayah atau apapun namanya yang berlaku secara nasional, baik dengan merujuk pada UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan maupun dibikin Peraturan Presiden atau landasan hukum lainnya.
 
"Dengan prinsip negara kesatuan dan demi penyelamatan bangsa, sebenarnya pemerintah memiliki dasar kuat untuk mengambil langkah dan kebijakan nasional untuk mencegah perluasan sekaligus memotong rantai penularan wabah Covid-19. Korban tertular dan meninggal sudah banyak, saatnya penyelamatan nasional untuk bangsa lebih diutamakan," tutur Haedar.
 
Haedar juga menyatakan, tentu segala sesuatu maupun dampaknya dapat dimasukkan dalam pertimbangan dan pelaksanaan kebijakan itu, termasuk dampak ekonomi khususnya dalam melindungi warga masyarakat pekerja harian dan mereka yang tidak mampu. Setiap kebijakan selalu ada plus-minus, tetapi negara harus benar-benar hadir di saat rakyat dan kepentingan nasional tengah membutuhkan solusi.
 
"Pemerintah dan segenap kekuatan bangsa dapat bekerjasama dalam menangani masalah seberat apapun demi kepentingan rakyat. Kami berharap para elite dan kekuatan partai politik maupun pejabat negara lainnya menunjukkan komitmen dan keprihatinan yang tinggi untuk meringankan beban rakyat dan melakukan ikhtiar bersama hadapi wabah pandemi ini," harap Haedar.
 
Sungguh saatnya semua pihak membuktikan diri bela rakyat dan cinta Indonesia. Saatnya semangat persatuan Indonesia dan gotongroyong yang selama ini menjadi kebanggan nasional dibuktikan di kala krisis seperti sekarang ini. 
 
"Jika semua pihak memiliki political will atau niat yang kuat disertai ikhtiar optimal secara bersama-sama maka beban seberat apapun akan dapat dihadapi dan disangga bersama dengan lebih ringan," ucap Haedar.
 
Memang setiap musibah selalu berat dengan sejumlah dampaknya, tetapi jika semuanya ikhlas dan bersungguh-sungguh mencari jalan keluar diserta spirit kebersamaan maka akan selalu ada solusi meskipun tidak ideal. 
 
"Dalam suasana seperti sekarang sebaiknya kedepankan pula keluhuran ruhani dengan saling bekerjasama dan tidak saling menyalahkan, mau menerima kritik dan masukan dengan lapang hati, serta tidak kalah pentingnya semua berbuat nyata memecahkan masalah. Jika tidak dapat memberi jalan keluar, sebaiknya saling menahan diri untuk tidak menambah berat masalah," jelas Haedar.
 
Haedar juga menyampaikan rasa empati menyaksikan para petugas kesehatan dan para sukarelawan yang terus berkhidmat di garis depan dengan segala resiko dan pengorbanannya dalam berbuat untuk kemanusiaan. 
 
"Maka kita yang berada dalam posisi dan peran masing-masing dapat memaksimalkan ikhtiar untuk berbuat yang terbaik untuk hadapi musibah Covid-19 ini. Kita semakin menyadari di tengah gelombang musibah global ini kuasa manusia tidak ada yang digdaya, semuanya terasa kecil dan nisbi," jelas Haedar.
 
"Semoga kita sebagai bangsa beriman semakin bertaqwa dan dapat mengambil ibrah seraya terus bermunajat kepada Allah SWT agar dengan Rahman-Rahim dan Kekuasaan-Nya dapat meringankan dan mengeluarkan kita dari musibah besar ini," tutup Haedar.
Shared:
Shared:
1