Dipimpin dr Corona, Muhammadiyah Covid-19 Command Center Berupaya Bantu Pemerintah Lakukan Penanggulangan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 10 Maret 2020 17:05 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Selain membentuk tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang diketuai oleh dr Corona Rintawan, Persyarikatan Muhammadiyah juga menyatakan siap bekerja habis-habisan untuk melawan wabah Corona (Covid-19) dengan memaksimalkan semua jaringan yang ada dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) hingga organisasi otonomnya.

Dalam Konferensi Pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Selasa (10/3) dr. Corona Rintawan berharap dibentuknya MCCC dapat membantu pemerintah mengatasi wabah dengan penanggulangan yang rapi dan terstruktur.

"MCCC menjadi pusat komando. Konsepnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan awal. Semua AUM  akan melakukan gerakan masif terintegrasi sehingga isolasi wabah ini bisa terstruktur," tutur Corona.

Muhammadiyah juga menyediakan 20 Rumah Sakit terbaiknya di pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera yang telah meraih akreditasi Paripurna (Bintang Lima) sebagai rumah sakit rujukan pasien terduga Covid-19.

20 rumah sakit tersebut dinyatakan sudah siap secara prosedur baik penanganan, dekontaminasi hingga skenario kontigensi.

Muhammadiyah juga menyiapsiagakan sekira 30.000 AUM yang dimiliki untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai Covid-19 beserta cara pencegahannya.

Corona Rintawan menyebut MCCC memiliki dua program berupa Safari (Sadar Faktor Resiko) dan Gemes (Gerakan Memberi Masker).Safari (Sadar Faktor Resiko) Covid -19 adalah program pemberdayaan masyarakat untuk paham dan sadar apakah dirinya merupan kelompok resiko atau tidak. Jika kita mendorong masyarakat untuk paham dan sadar maka jelas ini akan mempermudah tugas pemerintah dalam melakukan tracking kelompok risiko. Selain kesadaran tsb diharpkan juga mampu mendorong orang- orang  proaktif melakukan karantina mandiri.

Sementara GEMES  (Gerakan Memberi Masker) Covid-19 merupakan gerakan yang mendorong masyarakat memberikan masker kepada orang-orang yang sakit flu. Dengan gerakan ini akan mengubah kecendrungan egoisme dalam masyarakat menjadi kecenderungan utk berbagi dan bersedekah. Dan sasaran yg paling efektif dlm menggunakan masker adalah yg sakit bukan yang sehat.

Selain itu Muhammadiyah juga mengoptimalkan peran takmir masjid/musholla dalam pencegahan di masjid/musholla melalui jamaah. Beberapa edukasi untuk jamaah adalah dengan membiasakan membawa sajadah sendiri – sendiri, meyempurnakan cuci tangan sesuai dengan prosedur selain menyempurnakan wudhu, dan menyarankan jamaah yang sakit tidak berjamaah ke masjid dahulu.(Afn)

Shared:
Shared:
1