Ijtihad Muhammadiyah Menghadirkan Pendidikan Holistik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 07 Maret 2020 11:03 WIB

MUHAMMADIYAH.ID PURWOKERTO-- Pendidikan holistik sebagai ijtihad Muhammadiyah abad kedua, merupakan geliat pemikiran yang telah dimulai sejak awal oleh KH Ahmad Dahlan saat menggabungkan antara sistem pendidikan Islam dan Barat yang sekuler.

Menurut Anjar Nugroho, Rektor Universitas Muhammmadiyah (UM) Purwokerto pendidikan di Muhammadiyah dianggap sebagai pendidikan Islam modern bukan hanya ditandai dengan adanya bangku dan kursi di kelas, melainkan juga ditandai dengan filsafat pendidikan yang mendasar.

"Gerakan tajdid adalah dimulai dengan pemikiran. Semua gerakan juga diawal dengan pemikiran, dicontohkan oleh Ahmad Dahlan melalui sekolah. Dua dikotomi sekolah sekuler dan sekolah Islam yang melahirkan suatu perubahan besar dari pola pendidikan di Indonesia,” ungkapnya dalam acara seminar Pra Muktamar 48 Muhammadiyah dengan tema Pendidikan Holistik: Ijtihad Muhammadiyah Abad Kedua pada Sabtu (7/3) di UM Purwokerto.

Maka, tema "Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta" yang dipilih sebagai tema muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo pada tanggal 1-5 Juli 2020 mendatang sebagai semaian gagasan yang awal pengorbitannya oleh pendiri Muhammadiyah, yakni KH Ahmad Dahlan.

Menyinggung tentang pendidikan di Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dahlan Rais mengatakan bahwa inti dari tujuh pendidikan Muhammadiyah adalah menghadirkan manusia Indonesia yang beriman dan beramal shaleh, serta ditopang oleh keilmuan yang mumpuni.

"Kalo kita cermati tujuan ini adalah holistik, dibarengi kecerdasan, spiritual, dan emosional karena melihat manusia dari berbagai sisi,” tuturnya.

Mengaitkan pendidikan holistik dengan memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta. Dahlan berujar, gaya pendidikan yang selama ini dilakukan oleh Muhammadiyah sudah on the track. Namun tidak boleh puas hanya dengan capaian yang saat ini, melainkan harus terus dilakukan pengembangan dan perbaruan bidang pendidikan Muhammadiyah.

Sehingga hadirnya pendidikan bagi manusia dan kemanusiaan juga seiring sejalan dengan upaya Muhammadiyah untuk meletakkan martabat manusia pada tempatnya, yakni hamba Tuhan yang bertaqwa dan unggul daripada mahluk Tuhan yang lain.

Dalam penerapan pendidikan holistik erat kaitannya dengan performa yang menghadirkan kejujuran, sebagai performance utama pendidikan di Muhammadiyah. Keutamaan pendidikan holistik Muhammadiyah juga memiliki tuntutan untuk mengintegrasikan dengan nilai-nilai unggul Islam, sehingga bisa tercermin di dalam pendidikan Muhammadiyah.

Dahlan mencontohkan, di Indonesia saat ini yang sedang mengalami kekurangan dalam urusan pendidikan yang mampu menciptakan pemimpin yang berkarakter. Muhammadiyah menawarkan pendidikan yang mampu mencetak pemimpin berkarakter sejak tahun 1918 melalui adanya Pandu Hizbul Wathan (HW).

"Pandu HW menjadi bagian pendidikan holistik Muhammadiyah. Secara ekosistem lingkungan, Muhammadiyah sudah sangat mendukung untuk terciptanya pendidikan holistik. Wujud konkrit pertama ada di performa pendidikan, jujur, kerja keras, kompetitif, dan lain-lain,” pungkas Dahlan. (a'n)

Shared:
Shared:
1