Rahmawati Husein, Ditunjuk Pemerintah RI Terlibat dalam Pemberdayaan Perempuan Afghanistan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 03 Maret 2020 17:20 WIB

 

MUHAMMADIYAH.ID, AFGHANISTAN - Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PP Aisyiyah  yang juga Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah mendampingi Menteri Luar Negeri RI Retno P Marsudi melakukan kunjungan ke Kabul Afghanistan pada tanggal 29 Februari hingga 3 Maret 2020.

Kunjungan tersebut diadakan dalam rangka peresmian kerjasama perempuan Afghanistan dan Indonesia dalam pemberdayaan kaum perempuan Afghanistan (AIWSN - Afghanistan Indonesia Women Solidarity Network) paska penandatangan pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan kelompok Taliban tetantang penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

AIWSN beranggotakan 6 orang tokoh perempuan Indonesia dan 7 tokoh perempuan Afghanistan. Dalam pertemuan tersebut, Rahmawati Husein yang juga dosen Ilmu Pemerintahan UMY bersama 5 tokoh perempuan Indonesia lainnya melakukan diskusi tentang masalah pemberdayaan perempuan serta rencana aksi yang akan dilakukan paska dibentuknya jaringan kerjasama tersebut.

Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan  Perlindungan Anak mendukung sepenuhnya upaya aksi pemberdayaan perempuan Afghanistan tersebut.

Rahmawati berharap, ulama Taliban dapat mengambil contoh ulama Indonesia dalam mengintepretasikan status dan kedudukan perempuan dalam Islam khususnya dibidang pendidikan dan keluarga berencana karena masih tingginya angka kelahiran yang menyebabkan tinggi pula angka kematian ibu dan anak di Afghanistan.

“Di amaping itu tingkat buta huruf di Afghanistan juga termasuk yang paling tinggi di dunia.Diharapkan dalam pertemuan tersebut ada peta jalan untuk melakukan upaya riil dan bisa dijalankan di Afghanistan,” jelasnya.

 Rahmawati memberikan contoh pengalaman Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam bidang pendidikan dan kesehatan kepemimpinan perempuan pada umumnya serta mengusulkan 5 strategi implementasi melalui perubahan kebijakan atau aturan, identifikasi para pihak yang mendukung serta dapat menjalankan program di berbagai tingkatan, penyediaan anggaran baik dari pemerintah dan melalui keterlibatan masyarakat, pengorganisasian atau institusionalisasi program untuk menjamin keberlanjutan serta peningkatan kapasitas, baik kapasitas lembaga atau organisasi maupun kapasitas individu, sehingga program tidak lagi menjadi daftar keinginan tetapi dapat dan mudah dijalankan.

Terakhir Rahmawati juga menyampaikan perlunya penguatan organisasi perempuan Afghanistan dan penguatan jaringan organisasi masyarakat sipil untuk melakukan advokasi terus menerus untuk perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1