Arab Saudi Tangguhkan Sementara Visa Umrah, Berikut Tanggapan Sekum Abdul Mu'ti

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 27 Februari 2020 16:41 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA- Merujuk maklumat yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Kamis, 27 Februari 2020 sekitar pukul 02.40 waktu setempat, dengan ini disampaikan bahwa dalam rangka mendukung upaya menghentikan penyebaran, pengendalian dan pemusnahan virus Corona (COVID-19), serta melakukan perlindungan yang maksimal terhadap keamanan warga negara, penduduk dan siapapun yang berencana datang ke wilayah Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan ibadah Umroh dan ziarah Masjid Nabawi, atau kunjungan wisata, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan melakukan langkah proaktif guna menangkal masuk dan menyebarnya virus Corona (COVID-19) ke wilayah Kerajaan Arab Saudi.
 
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan, keputusan pemerintah Arab Saudi sangat bisa dipahami. 
 
"Karena salah satu prinsip ibadah di dalam Islam adalah keselamatan dan keamanan," jelas Mu'ti pada Kamis (27/2).
 
Mu'ti beranggapan, keputusan tersebut bagi Pemerintah Arab Saudi merupakan keputusan yang berat.
 
"Secara ekonomi akan berdampak langsung terhadap usaha transportasi, perhotelan, dan  perdagangan. Jamaah umrah Indonesia jumlahnya sangat besar. Dalam satu tahun bisa lebih dari 1 juta jamaah," terang Mu'ti.
 
Yang harus diantisipasi, menurut Mu'ti adalah dampak di dalam negeri. Banyak calon jamaah umrah yang mungkin sudah membayar biaya pesawat, hotel, dan lain sebagainya.
 
"Perlu ada antisipasi dan pengawasan terhadap biro umrah supaya tidak menimbulkan keresahan dan berbagai permasalahan," pesan Mu'ti.
 
Shared:
Shared:
1