STKIP Muhammadiyah Kalabahi Sosialisasikan PMB di Gereja

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 27 Februari 2020 10:10 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, ALOR— Disebutkan Marpuji Ali, Bendahara PP Muhammadiyah bahwa, keberadaan artefak pemikiran Ahmad Dahlan ‘memadat’ dalam bentuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang melimpah, yang kesemuanya diperuntukkan kepada kemanusiaan. Artinya, segala kegiatan yang dilakukan oleh Muhammadiyah merupakan kerja kemanusiaan yang berlandaskan nilai-nilai ke Tuhanan.

Selain melakukan kerja kemanusiaan, kehadiran Muhammadiyah di masyarakat tertindas juga tidak bisa dilepaskan dari misi kenabiaan, yakni dakwah. Jika dimaknai secara luas, dakwah bukanlah suatu larangan, karena substansi dakwah adalah mengajak berpindah dari keburukan/kejahatan/ketertingalan menuju kepada kebaikan/kemajuan.

Harmonisasi nilai KeMuhammadiyahan dan kemanusiaan yang disebutkan diatas, tercermin ketika Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kalabahi melebarkan sayapnya melalui kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru pada tahun akademik 2020/2021. Lokasi yang dipilih sebagai tempat kegiatan sosialisasi adalah Gereja Imanuel Hikbur Desa Tribur Kecamatan Alor Barat Daya yang diselengarakan pada Ahad (23/2).

Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah kegiatan ibadah gereja ini adalah merupakan jawaban dari surat yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Tribur Nomor : DT.424.4/22/2020.

Dihadapan para jemaat gereja, Rahmad Nasir, Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STKIP Muhammadiyah Kalabahi Tahun Akademik 2020/2021 menyampaikan pentingnya pendidikan bagi pembangunan Daerah termasuk pembangunan di Kecamatan ABAD khsususnya Desa Tribur, termasuk program-program Muhammadiyah yang sudah ratusan tahun membangun negara melalui aspek pendidikan dan kesehatan.

Dalam paparan singkatnya, Rahmad Nasir juga menyampaikan program potongan biaya kuliah bagi masyarakat yang anaknya direkomendasikan termasuk oleh pendeta.

Mewakili jemaat gereja, pendeta bisa merekomendasikan maksimal 3 calon mahasiswa dan akan mendapatkan potongan biaya 20% selama proses belajar di STKIP Muhammadiyah Kalabahi baik di Prodi PGSD maupun Pendidikan Matematika.

Selain pendeta, peluang masyarakat yang sama juga bisa direkomendasikan oleh kepala sekolah SMA/SMK/MA serta Kepala Desa masing-masing maskimal 3 orang. Selain itu ada potensi peluang beasiswa Peningkatan Prestasi Akasdemik (PPA) yang saat ini juga sudah dirasakan mahasiswa yang kuliah di Muhammadiyah.

Hal ini dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat, bahkan kuliah di STKIP Muhammadiyah Kalabahi uang kuliahnya bisa dicicil, demikian dijelaskan oleh Dosen yang juga ditugaskan oleh kampus sebagai Dosen Pendamping Lapangan KKL di Desa Tribur.

Dalam pemapaparannya, Rahmat Nasir yang  juga merupakan Ketua Program Studi PGSD STKIP Muhammadiyah Kalabahi ini mencontohkan beberapa anak Tribur yang saat ini sedang kuliah di STKIP Muhammadiyah Kalabahi dan ada yang sudah berhasil lulus menjadi alumni meskipun orang tuanya berasal dari keluarga sederhana.

Kesempatan ini dimanfaatkan juga untuk ruang dialog yang dikemas secara kekeluargaan dengan jamaah, dan mendapat respon yang cukup kritis dari jamaah. Salah seorang jamaah menitipkan amanah kepada Muhammadiyah Alor untuk memperjuangkan sistem perekrutan CPNS yang standarnya sangat tinggi dan disamakan di seluruh Indonesia akibatnya banyak anak-anak daerah yang tidak terserap menjadi PNS karena kandas pada nilai ujian tes CPNS.

Menurut Wens Jefersin Dua Lau, Koordinator Desa KKL sekaligus mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kalabahi menyatakan bahwa kegiatan ini semakin mengakrabkan mahasiswa dengan masyarakat di Desa Tribur.

“Kami akan membangun komunikasi dengan pihak gereja lainya serta pihak sekolah untuk melakukan kegiatan sejenis. Di samping memperkenalkan kampus Muhammadiyah, juga dalam rangka membangun kesadaran masyarakat untuk mengenyam pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi,” pungkasnya. (a'n)

Sumber: Suara Muhammadiyah

Shared:
Shared:
1