Mencontoh Haedar Nashir

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 25 Februari 2020 01:00 WIB

Anak muda sekarang perlu mencontoh ayahanda kita Haedar Nashir. 62 tahun lalu tidak ada yang tahu bahwa kelak ia akan menjadi pemimpin sebuah ormas Islam terbesar di Indonesia. Menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu bukanlah hal yang ringan. Kadang sampai lupa bahwa dirinya sendiri juga harus diurus selain mengurusi persyarikatan. Inilah sosok yang penulis kenal dari Haedar Nashir.

Siapa yang tidak kenal dengan pria kelahiran Bandung, 25 Februari ini, begitu banyak tulisan bahkan judul buku yang telah diterbitkannya. Ini yang perlu kita contoh dari sosok Haedar Nashir. Mengawali karier berorganisasinya melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Haedar sudah sangat gemar membaca dan bahkan kutu buku. Seperti minum kopi, membaca dan menulis ialah candu baginya.

Selain menjadi penulis tetap rubrik bingkai di majalah Suara Muhammadiyah, ada puluhan judul buku yang telah dia tulis, sebagian besar berhubungan tentang Gerakan Muhammadiyah. Orang menyebutnya bapak ideologi Muhammadiyah. Bahkan menurut laman Google Cendekia, ribuan orang telah mengutip tulisannya. Suatu prestasi yang patut dicontoh oleh anak muda.

Pada Tanwir IMM di Mataram beberapa pekan lalu, Haedar sempat mengajukan pertanyaan sudah berapa anggota IMM yang menulis buku, ini merupakan tantangan yang diajukan Ayahanda Haedar Nashir bagi para penerus masa depan Muhammadiyah, bahwa dengan gemar membaca dan menulis, wawasan kita akan semakin luas dan semakin dapat mencerahkan orang-orang di sekitar kita.

 

Lagu Muktamar yang Milenial

Tidak ada yang tahu bagaimana proses kreatif dalam menciptakan lirik lagu Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. “Derap Berkemajuan” dipilih sebagai judul lagu Muktamar tersebut. Haedar Nashir menggandeng musisi muda kenamaan lulusan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Eross Candra untuk membantu mengaransemen lagu Muktamar yang sangat milenial. Respon warganet terhadap lagu ini pun sangat baik sekali, bahkan ayahanda kita berencana mengadakan lomba karaoke lagu Muktamar bagi anak-anak muda.

Soal puisi, ternyata Haedar Nashir juga ‘Sastrawan’, sajak puisi terakhirnya tentang Hari Guru pun viral di kalangan warganet. Ternyata tidak sedikit warganet yang mengutip sajak puisi ini dan menunggu sajak-sajak puisi terbarunya yang tentunya bisa menjadi tambahan koleksi buku kumpulan puisi karya Haedar Nashir.

Selamat ulang tahun Papi Haedar Nashir. Dengan kiprah yang tak kenal lelah membawa organisasi besar Muhammadiyah menjadi organisasi yang modern dan berkemajuan, tentunya kami muda-muda ini berharap Ayahanda selalu sehat dan sukses membawa pesan moderasi Indonesia yang mencerahkan umat dan bangsa.

 

Penulis: Dzar Al Banna, M.A.

Shared:
Shared:
1