Memahami Trilogi Pelayanan Kokam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 23 Februari 2020 18:41 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA - Kokam sebagai bagian dari kader Muhammadiyah tentu memiliki tanggung jawab terhadap dakwah Muhammadiyah. Menjadi anggota Kokam berarti berdakwah dijalan Islam, dinaungi panji Muhammadiyah.

Hal tersebut disampaikan Iwan Setiawan Badan Pelaksana Operasi (BPO) Kokam Nasional pada Ahad (23/2) dalam acara Gelar Pasukan Kokam Nitikan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta bekerja sama dengan UNISA Yogyakarta bertempat  di halaman Masjid Sulthonain Nitikan.

Iwan dalam kesempatan tersebut memaparkan materi tentang sosialisasi Trilogi Pelayanan Kokam, sementara Royan Utsany dari UNISA Yogyakarta memberikan materi tema Islam dan Ekologi.

Iwan menuturkan, perjalanan panjang Kokam yang berusia 54 tahun tentu membawa kisah sejarah yang panjang. Di tahun 2020 ini Kokam memiliki paradigma baru berkaitan dengan arah dan gerakan Kokam. Paradigma baru ini tertuang dalam Buku Peraturan dan Pedoman Kokam 2020, yang menjadi pengganti buku Pedoman Kokam 2003.

“Dalam Peraturan dan Pedoman Kokam 2020 ini Kokam adalah satuan program pembinaan dan pengembangan sumber daya kader Pemuda Muhammadiyah di bidang pelayanan bantuan kemanusiaan, kebencanaan dan ekologi. Tugas Kokam ini dinamakan trilogi pelayanan Kokam,” jelas Iwan.

Kokam memandang kedepan bahwa trilogi pelayanan Kokam adalah tugas-tugas yang sangat penting bagi Kokam, sebagai  bagian dari Pemuda Muhammadiyah. Masalah kemanusiaan, kebencanaan dan ekologi atau lingkungan adalah perlu menjadi perhatian serius dimasa depan.

Iwan juga menjelaskan bahwa Kokam sebagai kesatuan sipil dapat berperan di masyarakat dalam urusan kemanusiaan, kebencanaan dan ekologi. Simbol dari trilogi pelayanan Kokam diimplementasikan dalam acara tersebut dengan penanaman pohon disekitar lingkungan Masjid Sulthonain.

Hernawan selaku Komandan Kokam Nitikan berharap anggota Kokam Nitikan meresapi nilai-nilai dasar Kokam dalam trilogi pelayanan Kokam.

Shared:
Shared:
1