Rentetan Sidang Pleno Warnai Tanwir I ‘Aisyiyah Hari Pertama

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 20 Oktober 2012 19:51 WIB

Yogyakarta - Sinergisitas tema Tanwir I ‘Aisyiyah tentang Kebijakan dan Strategi Pemerintahan di Bidang Perekonomian dan Keberpihakan terhadap Kaum Dhu'afa-Mustadh'afin serta Sinerginya dengan 'Aisyiyah. Hal itu disampaikan Menteri Kordinator Perekonomian RI, Hatta Radjasa dalam Tanwir I ‘Aisyiyah di Yogyakarta kemarin (19/10). Hatta juga mengungkapkan bahwa “Manusia dan iptek adalah sumber utama pembangunan bangsa ini. Dalam hal ini, pemerintah memiliki strategi pembangunan di bidang perekonomian diantaranya pro lapangan kerja, pro pengentasan kemiskinan dan pro pemeliharaan lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan visi, misi dan strategi 'Aisyiyah dalam menghadapi berbagai problem keumatan, kebangsaan maupun kemanusiaan”.

Dalam penyampaian di sidang Pleno II, Hatta menegaskan bahwa “'Aisyiyah merupakan salah satu jembatan yang dapat membantu mewujudkan perekonomian Indonesia maju melalui amal usaha yang bermanfaat bagi kesejahteraan umat.”

SelanjutnyaKebijakan dan Strategi Pemerintah Dalam Pengembangan Produk Lokal dan Peningkatan Kesadaran Konsumen, menjadi tema yang diangkat dalam Sidang Pleno III Tanwir 'Aisyiyah yang diisi oleh Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan. Ia banyak menyinggung mengenai potensi daerah yang ada di Indonesia baik Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

Gita juga menjelaskan menurunnya perekonomian kawasan Eropa harus dijadikan momentum untuk mengembangkan dan membuat produk lokal sebaik-baiknya. Aisyiyah sendiri ikut andil dalam mengembangkan perekonomian melalui Ikatan Pengusaha 'Aisyiyah (IPAs). Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini yang hadir sebagai moderator.

Malam harinya Kebijakan dan Strategi Pemerintah di bidang Kelautan dan Perikanan serta Pengembangan Kerjasama dengan 'Aisyiyah menjadi tema besar dalam sidang Pleno IV Tanwir ‘Aisyiyah. Pada kesempatan kalin ini Dr. Sudirman Saad, Dirjen Kelautan dan pesisir pulau-pulau kecil, Kementrian Kelautan dan Perikanan menyampaikan, “ibu-ibu ‘Aisyiyah diharapkan ikut prihatin pada masyarakat pesisir yang memiliki tingkat perekonomian rendah, dari 10.639 desa pesisir, 2,2 juta jiwa penduduknya memiliki perekonomian yang sangat miskin. Padahal, kenyataanya negeri kita sangat kaya akan hasil kelautannya. Bahwa 5,8 juta m3 luas laut wilayah Indonesia memiliki kekayaan bahari yang melimpah.”

Menurut Sudirman, Dirjen yang Alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ini,  Aisiyah dapat bersinergi dengan pemerintah untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai yakni memberdayakan masyarakat miskin dan pesisir melalui program-program 'Aisyah diantaranya seperti Bina Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA), Keaksaran Fungsional, dan Pendirian Institusi-institusi Pendidikan di daerah transmigran. (dzar/media centre tanwir)

Shared:
Shared:
1