Mengenal Muhammadiyah dari Aktifitas Filantropi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 15 Februari 2020 12:39 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL - Menjelang Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar Seminar Nasional Pra-Muktamar bertemakan Kemandirian Ekonomi Berbasis Filntropi : Ekosistem Filantropi dan Arsitektur Ekonomi Muhammadiyah digelar di Auditorium Gedung AR Fachruddin A UMY, Sabtu (15/2).

Disampaikan, Rektor UMY Gunawan Budianto dalam sambutannya, bahwa banyak orang mencoba mengenal Muhammadiyah lewat amal usahanya.

"Bagaimanapun kalau bertemu dengan orang luar dengan menceritakan seluruh amal usaha, mereka kagum dan mereka berucap bahwa ini (Muhammadiyah) adalah organisasi terkaya di dunia," kata dia.

Selain itu, lanjut Gunawan, banyak juga dari kampus luar negeri yang mencoba mendekati Muhammadiyah terutama untuk resolusi konflik. Hal ini menjadi bagian penting yang juga dilakukan pihak luar untuk memahami Muhammadiyah.

Selama ini, menurut Gunawan, Muhammadiyah selalu hadir dalam gerakan-gerakan filantropi. Termasuk hadir juga saat terjadinya bencana di Donggala, Palu. Sehingga menempatkan juga putri terbaik dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Ibu Rachmawati Husein menjadi salah sath pengurus di Badan Dunia terkait kebencanaan.

"Aspek filantropi yang dilakukan Muhammadiyah belum dikemas dalam satu definisi yang banyak menyampaikan deskripsi atau aspek Muhammadiyah dari segi filntropi, tapi kalau kita melihat menarik justru KH Dahlan memiliki akrilogi gerakan," terangnya.

Akrilogi gerakan tersebut, diantaranya seperti gerakan Al-Maun dan pengajian Al-Asr yang masih dilakukan hingga sekarang ini. Gerakan filantropi Muhammadiyah ini juga tidak jauh-jauh dari upaya pemberdayaan dan membantu orang miskin.

"Gerakan filantropi Muhammadiyah tidak mengenal kamera TV dan media massa," tegasnya.

Gunawan juga mengatakan, relawan banyak datang ketika terjadi bencana, salah satunya juga karena diliput media. Tetapi Muhammadiyah sampai sekarang juga masih hadir di tempat-tempat bencana itu, seperti di Merapi, Lombok, Palu,mereka masih hadir untuk melanjutkan program-programnya. (Syifa)

Shared:
Shared:
1