Universitas Muhammadiyah Gresik Siap Jadi Tuan Rumah Munas Tarjih ke-31

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 15 Februari 2020 11:09 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, GRESIK — Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah melakukan konsolidasi dan silaturahmi dengan panitia tuan rumah di Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) pada Jumat (14/2). Pertemuan yang disambut hangat oleh Rektor UM Gresik Setyo Budi ini guna melaunching logo resmi Munas Tarjih ke-31 sekaligus rapat persiapan teknis. Munas Tarjih yang akan diselenggarakan pada 14-17 April 2020 nanti ini akan mengangkat tema ‘Mewujudkan Nilai-nilai Keislaman yang Maju dan Mencerahkan’.

Dalam sambutannya, Setyo mengingatkan kepada para panitia teknis agar bersiap-siap menyambut perhelatan yang cukup akbar dalam tradisi intelektual keagamaan di Muhammadiyah ini. Munas Tarjih ini tidak hanya sekadar seremonial, tapi juga digunakan sebagai ajang untuk mendialogkan hal-hal substantif, sehingga panitia harus sebisa mungkin memperkecil ketidaknyamanan agar pertemuan nasional ulama-intelektual Muhammadiyah ini dapat terselenggara dengan baik.

“Aktivitas selama Munas Tarjih agar tidak ada hal yang kurang berkenan khususnya pada tenaga teknis, dokumentasi, notulensi dan lain-lain, agar benar-benar siap. Konsumsi perlu diperdetail. Makanan nanti kita siapkan apa yang menjadi branding Gresik, dimulai dari krawu, bandeng, otak-otak, sembilang,” tutur Guru Besar UM Gresik ini.

Rektor UM Gresik yang masyhur sebagai pembela petani tebu ini juga menginstruksikan kepada panitia tuan rumah agar selama perhelatan Munas Tarjih menjaga nama baik kampus. Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang telah berdiri sejak tahun 1980 ini merupakan kampus yang memiliki misi “the realistic education”, sehingga menjadi tempat yang harus memberikan sikap tauladan yang baik kepada para pengunjungnya.

“Karena ini tidak semata-mata Munas Tarjih tapi mempertaruhkan nama baik UMG juga, dan masyarakat PWM Jawa Timur secara umum, kita sebagai pelayan. Kerja baik saja masih dicemooh, apalagi kalau tidak baik, maka harus siap. Setidaknya persiapan harus sebaik-baiknya,” ujar Setyo.

Di akhir pengatarnya, Setyo berpesan kepada semua yang hadir agar apa yang sedang dilakukan ini diniati sebagai ibadah, pengabdian, dan kontrobusi kepada umat dan bangsa. “Selamat melakukan ibadah, ini tugas mulia, tidak hanya bagi persyarikatan, tapi juga bagi agama dan Negara. Betapa indahnya jika munas ini memberikan kontribusi untuk Negara Indonesia tercinta,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Munas Tarjih ke-31 ini akan membahas beberapa persoalan bangsa yang cukup krusial, di antaranya: Fikih Difabel, Fikih Agraria, Fikih Zakat Kontemporer, Euthanasia, Kalender Islam Global, Pengembangan HPT, dan lain-lain. Dari daftar poin yang akan dibahas di Munas Tarjih, ini merupakan bukti bawah Majelis Tarjih dan Muhammadiyah cukup responsif terhadap persoalan-persoalan baru.(ilham)

Shared:
Shared:
1