Pemuda Muhammadiyah Kupang Ajak Generasi Milenial Paham Bahaya Radikalisme

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 11 Februari 2020 11:49 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, KUPANG — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Kupang selenggarakan diskusi untuk memahamkan generasi milenial terhadap bahaya teorisme dan radikalisme.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang, Muhammad Saleh menjelaskan, diskusi Lawan Radikalisme dan Terorisme Demi Menjaga Keutuhan Bangsa Indonesia, merupakan sebuah tema menarik. Menurutnya, kaum milenial harus mengetahui sepak terjang organisasi-organisasi radikal dan intoleran sehingga tidak melihat simbol gerakan yang mengatasnamakan agama.

"Kami ingin tunjukkan bahwa Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang ingin memberikan kesadaran kepada kaum milenial tentang bahaya organisasi bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat penting," katanya dalam rilis yang diterima tim muhammadiyah.id pada Selasa (11/2).

Kaum milenial juga harus tahu apa latar belakang gerakan tersebut dan siapa yang mendanai sehingga ini dapat memahami untuk mencegah paparannya. Saleh berharap  diskusi tersebut dapat menciptakan kesadaran untuk mengetahui bahaya laten gerakan terorisme sangat berbahaya baik itu untuk pribadi, keluarga, maupun untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Setelah diskusi ini, kita berharap kaum milenial bisa ceritakan kepada keluarga maupun kerabat, bahwa gerakan-gerakan organisasi ini perlu kita sama-sama mencegah," pungkasnya.

Sementara itu  Ketua Panitia, Zainudin Umar mengatakan, diskusi tersebut merupakan program bulanan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang untuk memberi pemahaman tentang paham radikalisme dan terorisme, karena paham tersebut terkadang salah dimengerti oleh kebanyakan orang, lalu mendukung gerakannya. 

"Karena memang radikalisme dan terorisme itu selalu membayang-bayangi, entah itu salah atau benar. Sehingga sebagai anak muda tugas kita adalah, belajar untuk kita tahu dan bisa membedakan baik buruk radikalisme dan terorisme itu seperti apa," kata Umar

Menurut Umar, hasil diskusi tersebut akan direkomendasikan kepada pihak terkait, seperti Polda Nusa Tenggara Timur maupun Korem 161/WS Kupang. Hal ini sebagai bagian dari sumbangsih gagasan Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang dalam merespon isu-isu radikalisme dan terorisme di Kota Kupang. 

"Kita pilih kaum milenial karena lebih fleksibel, kita sesama anak muda lebih paham satu sama lain dan bicaranya tidak kaku. Misalnya di Islam, kalau bicara soal radikalisme itu pasti ustad jadi kita mau bahwa anak muda juga bisa bicara tentang bahaya ajaran-ajaran kelompok tertentu itu," jelas Umar. 

Diskusi rutin bulanan yang diadakan pada Sabtu (8/2), diikuti sebanyak 70 mahasiswa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Kupang. Selain sumbangsih dalam bentuk rekomendasi yang diserahkan kepada pihak keamanan terkait, acara ini juga sebagai benteng kaum milenial terhadap serangan ideologi kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Shared:
Shared:
1