UHAMKA Kukuhkan Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 16 Mei 2011 09:17 WIB

Jakarta- Dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) pada 14 Mei 2001, Prof. Dr. H. Ch. Suprapto MM dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Pendidikan.

Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Ch. Suprapto MM ini berlangsung khidmah di Auditorium Lantai 4 dengan dihadiri oleh Rektor UHAMKA, Prof. Dr. H. Suyatno, MPd beserta 7 guru besar lainnya.

Prof. Dr. Ch. Suprapto MM yang lahir di Baturetno, Wonogiri pada 24 September 1946 merupakan Guru Besar ke-8 dari UHAMKA dengan spesialisasi bidang Manajemen Pendidikan.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Manajemen Berbasis Sekolah sebagai Amanat Desentralisasi Pendidikan, Prof. Dr. Ch. Suprapto MM menegaskan manajemen berbasis sekolah (MBS) dapat diterapkan sebagai amanat desentralisasi pendidikan.

Penerapan MBS di Indonesia, tambah Prof Suprapto harus tetap mengacu pada aspek utama kebijakan pendidikan nasional yang meliputi perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan serta tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan public.

Menurut, Prof Suprapto, penerapan MBS memungkinkan sekolah untuk mengoptimalkan kemampuan sekolah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekitar. MBS memberi kewenangan pada guru dan kepala sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan berbasis keunggulan.

Sekolah yang dikatakan berhasil menerapkan MBS, kata Prof Suprapto apabila dapat menunjukkan tiga cirri. Pertama, meningkatnya kualitas manajemen sekolah. Kedua menerapkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Ketiga, mampu mengelola partisipasi masyarakat dengan baik.

Berdasarkan konsep MBS, sekolah diharapkan dapat berhubungan dengan keluarga dan masyarakat untuk mendukung perkembangan dan pencapaian keberhasilan belajar siswa. Disamping itu, pelaksanaan MBS dalam proses pembelajaran, menuntut guru agar menerapkan pendekatan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan menempatkan siswa sebagai pusat dan subyek pembelajaran.

Melalui pendekatan ini, lanjut Prof. Suprapto diharapkan guru mampu menyeimbangkan tifa ranah pembelajaran, yakni aspek kognitif, afektif dan psikomotor.

Rektor UHAMKA, Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd menyatakan sejak tahun 2007 UHAMKA menggelar pengukuhan guru besar . Sejak tahun 2007 tercatat 8 Guru Besar UHAMKA telah dikukuhkan.

Menurut Suyatno, pengukuhan Guru Besar yang dilakukan UHAMKA dapat memperkuat tumbuhnya budaya akademik keilmuan yang lebih kondusif dan progresif. Dengan pengukuhanini diharapkan dapat memacu dan memotivasi para dosen untuk meraih gelar jabatan akademik tertinggi ini.

Pengukuhan Prof. Dr. H. Ch. Suprapto sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan ini, kata Suyatno sangat berarti bagi UHAMKA. Karena pengukuhan Guru Besar ini merupakan asset penting dan sangat berarti bagi UHAMKA dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui Catur Dharma perguruan tinggi.(www.uhamka.ac.id)

Shared:
Shared:
1