KKN UMY Merintis Desa Wisata Buah Lokal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 09 Februari 2020 15:53 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL-- Kunjungan wisatawan yang terus meningkat di Yogyakarta memotivasi masyarakat untuk mengembangkan potensinya sebagai destinasi wisata. Kedatangan wisatawan di berbagai desa wisata berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan warga lokal. Fenomena optimalisasi potensi desa sebagai destinasi wisata di DIY menginspirasi warga Dusun Ngenep Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam KKN 047 mengembangkan desa wisata berbasis buah lokal. 

Adanya potensi tersebut oleh beberapa warga dusun Ngenep bersama mahasiswa KKN yang dibimbing langsung oleh Ahmad Ma’ruf, Dosen Prodi Ekonomi UMY, melakukan program perintisan desa wisata berbasis kebun buah lokal.

"Dusun Ngenep memiliki potensi alam yang subur untuk pertanian dan perkebunan. Secara geografis berkontur teras siring menjadikan view dusun ini sangat menarik. Terlebih lagi, lokasi dusun ini relatif dekat dengan destinasi wisata yang sudah populer yaitu Hutan Pinus di Kecamatan Dlingo,” ungkap Ma'ruf dalam rilis yang diterima tim web Muhammadiyah.id pada Ahad (9/2).

Langkah awal setelah melakukan pemetaan potensi, mahasiswa dan warga melakukan perencanaan partisipatif dalam bentuk penyusunan masterplan desa wisata berbasis buah lokal. Pada forum warga, disepakati jenis buah lokal yang dikembangkan adalah alpukat. Selain nilai ekonomis yang tinggi dari buah alpukat, belum ada desa wisata di kecamatan ini yang fokus mengembangkan kebun buah alpukat.

Selain menyusun dokumen induk desa wisata yang akan dijadikan dasar pengembangan dalam lima tahun kedepan, warga dan mahasiswa KKN UMY pada Januari 2020 telah melakukan kerjabakti penanaman bibit alpukat di beberapa lokasi strategis.

"Guna mendukung kebun buah alpukat ini, pihak UMY melalui program pemberdayaan masyarakat memberikan bibit pohon alpukat sebanyak 375 unit. Diharapkan warga Dusun Ngenep akan mulai tergerak menanam berbagai jenis alpukat sehingga lima tahun lagi dusun ini akan menjadi icon desa wisata buah lokal di Kecamatan Dlingo,” pungkasnya. (a'n)

 

Shared:
Shared:
1